Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»(Puisi) Enu
Sastra

(Puisi) Enu

By Redaksi12 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi-puisi Riko Raden

ENU

Aku mencintaimu seperti angin mencintai bunga

Seperti hujan mencintai pelangi

Ketika pertama kali aku mengenalmu

Tatapanmu begitu indah nan pesona

Matamu membunuh cahaya sebelum angin menembusi sebuah bening tatapan

Malam ini engkau goreskan selembar luka, pada kepingan-kepeingan hatiku

Memberikan kekosongan pada lorong-lorong panjang kisahku

Malam ini aku meratap, aku menangis.

Aku mengisi diri pada raga yang kelam

Apakah kau lupa

Bahwa cinta tak pernah mengenal musim

Ia seperti selembar kertas putih

Apabila di isi tinta hitam, maka ia terus melekat dan tak pernah hilang

Begitu pun cintaku padamu

Namun yang kuterima hanyalah duri tajammu

Namun nyatanya kau bahagia saat kau pergi

Malam ini aku termangun dalam keheningan

Melangkah jauh dalam setiap kenangan

Terbenan dalam lautan kesedihan

Cinta yang pergi takkan mungkin kembali

Hilang terbawa angin, hampa, tak bertepi

Deritaku semakin terasa

Keluhan jiwaku terus membara

Tersiksa oleh luka perasaan

Enu

Barangkali ini takdir dalam hidupku

Bahwa engkau pergi saat aku mencintaimu

Ke mana hati ini melangkah

Ketika cinta sejati telah pergi

Ke mana aku harus cari lagi

Ketika gelap terus menghantuiku

Lautan tak berujung

Langit tak bersentuh

Enu

Lewat puisi kecilku ini

Aku menempelkan kata terima kasih dalam setiap bait

Sebab engkau pernah hadir dalam sejarah hidupku

Sebuah moment yang tak terlupakan

Walau aku tahu bahwa cinta sejati itu takkan pernah mati

Kekal dan abadi di dalam relung hati

Biarlah itu semua menjadi lukisan indah dalam hidupku.

*Enu (panggilan kesayangan untuk perempuan dalam budaya Manggarai)

*Penulis adalah Mahasiswa STFK Ledalero

Riko Raden
Previous ArticleTNI Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Warga Desa Bela
Next Article “Kompensasi”, Merobek Hati Kuli Tinta

Related Posts

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026

Senja di Atas Batu Sisa

13 April 2026
Terkini

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Dokumen WNA dalam Operasi Gabungan di Manggarai

30 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.