Masyarakat Desa Beja dan Bela di Kecamatan Bajawa saat mendengarkan materi wawasan kebangsaan
alterntif text

Bajawa, Vox NTT- Dandim 1625 Ngada, Letnan kolonel Infantri I Made Putra Suartawan memberikan materi dan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan kepada 90 orang masyarakat di Kantor Desa Bela, Kecamatan Bajawa, Rabu (09/10/2019).

Desa Bela merupakan lokasi pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106.

Pemberian materi itu dikabarkan bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Dandim Suartawan memberikan penyuluhan dalam kapasitasnya sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-106 yang membawahi lima desa di Kecamatan Bajawa.

Materi wawasan kebangsaan juga menjadi salah satu agenda kegiatan non-fisik dalam kegiatan TMMD ke-106.

Dandim Suartawan dalam penyampaian materi itu didampingi oleh Pasiter Kodim 1625 Ngada, Kapten Inf Supriyanto.

Dalam penjelasannya, ia mengatakan modal utama dalam pembangunan adalah adanya sikap saling menghormati tentang perbedaan antar individu.

Modal lain juga sambung dia, yakni adanya rasa saling menghargai sesama manusia, sehingga tercipta keadaan yang aman dan kondusif.

“Semangat dan disiplin diawali oleh kesadaran dari individu masing-masing dan diaplikasikan melalui kehidupan sehari-hari dalam keluarga,” ujar Dandim Suartawan.

Menurut dia, implementasi dari persatuan dan kesatuan diwujudkan melalui sikap saling menghargai dan toleransi atas perbedaan di antara sesama. Sehingga akan tercipta suasana yang harmonis dan kondusif sebagai modal pembangunan.

Sementara itu, Kornelis Goda salah satu tokoh masyarakat yang hadir pada acara tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya penyuluhan ini.

Menurut Kornelis, isi materi wawasan kebangsaan ini sangat berguna bagi masyarakat. Itu terutama untuk generasi muda, agar semakin menumbuhkan kesadaran akan pembangunan.

Penulis: Patrick Romoe Djawa
Editor: Ardy Abba

Baca Juga: Arsy Lentar, Polisi Peduli yang Bawa Asa Jadi Kenyataan