Warga Manggarai Raya saat tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), NTT, Kamis (17/10/2019), pukul 03.00 Wita. (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Sebanyak 87 warga Manggarai Raya yang mengais rezeki di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua akhirnya  tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), NTT, Kamis (17/10/2019), pukul 03.00 Wita.

Kedatangan mereka di Labuan Bajo disambut langsung oleh Sekda Mabar Rofinus Mbon dan Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono.

Sebelumnya, akibat kerusuhan di Wamena warga Manggarai Raya terpaksa di Posko pengungsian di daerah itu. Ada juga yang mengungsi pada posko pengungsian di Kompleks TNI Angkatan Udara Batalyon 751, Infar Gunung, Bandara Sentani, Jayapura.

Kerusuhan meletus pada 23 September 2019 lalu. Akibatnya, 33 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Paulus Bail salah satu pengungsi asal Mabar saat ditemui VoxNtt.com usai turun dari kapal mengaku sudah tenang saat tiba di Labuan Bajo.

“Dalam perjalanan saya berpikir masalah yang terjadi di Wamena. Karena itu, tiba di sini pikiran saya sangat tenang sekali,” ungkapnya.

Paulus mengungkapkan, saat peristiwa kerusuhan di Wamena pada tanggal 23 September 2019 lalu, dirinya sedang bekerja. Tiba-tiba kata dia, dirinya melihat sudah banyak rumah yang dibakar.

“Dan saat itu kami langsung lari ke tempat yang aman. Baik itu di Polres, Koramil. Pokoknya tempat yang aman,” kisahnya.

Terpisah, Fransiska Mamun asal Mabar yang tinggal di Wamena mengaku trauma dengan kerusuhan di daerah itu.

Baca Juga:

“Saya trauma dan tidak mau lagi kembali ke Papua. Biar di sini saja. Di sini aman,” ungkapnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

alterntif text