Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tiba di Labuan Bajo, Pengungsi Wamena Papua: Pikiran Saya Tenang Sekali
NTT NEWS

Tiba di Labuan Bajo, Pengungsi Wamena Papua: Pikiran Saya Tenang Sekali

By Redaksi17 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Manggarai Raya saat tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), NTT, Kamis (17/10/2019), pukul 03.00 Wita. (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Sebanyak 87 warga Manggarai Raya yang mengais rezeki di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua akhirnya  tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), NTT, Kamis (17/10/2019), pukul 03.00 Wita.

Kedatangan mereka di Labuan Bajo disambut langsung oleh Sekda Mabar Rofinus Mbon dan Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono.

Sebelumnya, akibat kerusuhan di Wamena warga Manggarai Raya terpaksa di Posko pengungsian di daerah itu. Ada juga yang mengungsi pada posko pengungsian di Kompleks TNI Angkatan Udara Batalyon 751, Infar Gunung, Bandara Sentani, Jayapura.

Kerusuhan meletus pada 23 September 2019 lalu. Akibatnya, 33 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Paulus Bail salah satu pengungsi asal Mabar saat ditemui VoxNtt.com usai turun dari kapal mengaku sudah tenang saat tiba di Labuan Bajo.

“Dalam perjalanan saya berpikir masalah yang terjadi di Wamena. Karena itu, tiba di sini pikiran saya sangat tenang sekali,” ungkapnya.

Paulus mengungkapkan, saat peristiwa kerusuhan di Wamena pada tanggal 23 September 2019 lalu, dirinya sedang bekerja. Tiba-tiba kata dia, dirinya melihat sudah banyak rumah yang dibakar.

“Dan saat itu kami langsung lari ke tempat yang aman. Baik itu di Polres, Koramil. Pokoknya tempat yang aman,” kisahnya.

Terpisah, Fransiska Mamun asal Mabar yang tinggal di Wamena mengaku trauma dengan kerusuhan di daerah itu.

Baca Juga:

  • 21 Warga Manggarai Dipulangkan dari Wamena Papua
  • 18 Warga TTS di Wamena Papua Pulang Kampung

“Saya trauma dan tidak mau lagi kembali ke Papua. Biar di sini saja. Di sini aman,” ungkapnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticlePelaku Pariwisata Dukung Kehadiran Grab Car di Labuan Bajo
Next Article Program Ikkon Diharapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Para Perajin Lokal

Related Posts

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.