Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Wilhelmus: Pesantren Adalah Laboratorium Perdamaian
KOMUNITAS

Wilhelmus: Pesantren Adalah Laboratorium Perdamaian

By Redaksi22 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Kantor Kementerian Agama Ende, Wilhelmus Yohanes Ndoa berpose bersama santri usai apel Memperingati Hari Santri Nasional (Foto: Oyan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Kantor Kementerian Agama Ende, Wilhelmus Yohanes Ndoa mengatakan pesantren saat ini tidak hanya sebagai tempat untuk mendidik insan akademis.

Tetapi sebagai wadah untuk mendorong perdamaian dunia. Sebab, isu perdamaian diangkat berdasarkan fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian.

Wilhelmus mengatakan sebagai laboratorium perdamaian, pasantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

“Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi Santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,” kata Wilhelmus saat apel memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di Pondok Pesantren An Nur Center Ende, Flores, NTT, Selasa (22/10/2019).

Ia menyebutkan sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian.

Pertama, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Kedua, metode mengaji dan mengakaji. Ketiga, para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian. Keempat, pendidikan dan kemandirian, kerja sama dan saling membantu dikalangan santri. Kelima, gerakan komunitas dan sastra tumbuh subur di pesantren.

Keenam, lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupu besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Ketujuh, merawat khazanah kearifan local. Kedelapan, prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Kesembilan, penanaman spiritual.

Wilhelmus menegaskan, sebagai laboratorium perdamaian pesantren memiliki andil yang besar dalam mendidik santri-santri masa kini. Hal itu agar para santri memiliki karakter yang baik dalam membawa pesan perdamaian.

“Diharapkan kaum santri dapat memberikan inspirasi perdamaian, tidak saja untuk sesama umat manusia atau sesama bangsa. Tetapi juga untuk masyarakat dunia. Selamat hari santri 2019, santri Indonesia untuk perdamaian dunia,” kata Wilhelmus.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleLukas Mere Resmi Dilantik Jadi Sekda Nagekeo
Next Article PLN Targetkan Seluruh Desa di Ende Dapat Akses Listrik Tahun 2019

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

HWDI NTT Gelar Workshop Advokasi Berbasis Bukti, Dorong Akses Layanan Inklusif

6 Mei 2026

Prosesi Patung Bunda Maria Penolong Abadi Jadi Ikon Ziarah Umat Paroki Karot

2 Mei 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.