Air terjun Cunca Jami (Foto: Matheus Siagian)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Air terjun Cunca Jami memang belum jamak di mata wisatawan. Bagi yang belum tahu, tak ada salahnya datang ke Kampung Meleng, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Mabar, Anda bisa berkendaraan sekitar 25 KM ke selatan menuju Kampung Meleng. Sekitar satu jam dalam perjalanan, Anda boleh menginjakkan kaki di Kampung Meleng.

Kendaraan Anda boleh diparkir di dekat kampung itu. Selanjutnya mengambil rute berjalan kaki sekitar setengah jam menuju air terjun Cunca Jami.

Para pengunjung kemudian akan didekap seketika hawa sejuk khas alam hutan nan rindang di sekitarnya.

Ditambah lagi, hamparan permadani hijau sepanjang Anda berjalan kaki tentu saja menambah sensasi tersendiri.

Dalam perjalanan di atas bebatuan, mata Anda dimanjakan dengan lukisan semesta di sekitarnya yang bertubi-tubi menggoda penglihatan.

Bagi yang suka tantangan, tak ada salahnya mencoba berjalan kaki menuju Cunca Jami. Anda bisa merasakan jalan menurun di atas bebatuan yang licin, sambil memegang akar-akar kayu yang masih menjalar.

Langkah perlahan menurun dan penuh hati-hati. Kondisi ini tentu saja paling disukai oleh sang pemburu kepermaian alam.

Ya, Cunca Jami memang menawarkan lanskap air terjun yang mengalir di tengah bebatuan bertingkat.

Diapiti vegetasi hijau yang rimbun di kelilingnya tentu saja menambah deretan keunikan alam Cunca Jami. Jadi, keelokan alam ini dan berbagai tantangan dalam perjalanannya bakal menjadi cerita yang menakjubkan bagi Anda yang datang.

Harus Ditata Jadi Tempat Wisata Canyoning

Salah satu pelaku pariwisata di Mabar Matheus Siagian mengaku terpikat dengan lanskap alam air terjun Cunca Jami. Ia sudah menyusuri tempat itu. Di mata Matheus alam Cunca Jami sangat unik.

Ada bukit, pepohonan hijau, sungai dan air terjun dengan air super jernih, serta berbagai keunikan alam lainnya wajib dijadikan sebagai salah satu tempat wisata di kabupaten ujung barat Pulau Flores itu.

Sebab itu, ia mengusulkan agar air terjun Cunca Jami ditata menjadi tempat wisata jenis Canyoning.

Canyoning sendiri sebenarnya sebuah olahraga yang awal mulanya berasal dari Negara Prancis.

Olahraga ini mengharuskan para pencintanya untuk menguasai teknik antara lain; rappelling, climbing, jumping, swimming, diving, river hiking, dan masih banyak lagi.

Menurut Matheus, Canyoning berarti  perjalanan mengarungi air terjun dengan berbagai cara.

Cara-cara itu seperti berjalan, merayap, memanjat, melompat, menuruni tebing air terjun dengan tali, dan berenang. Makna lainnya, aktivitas menuruni sebuah air terjun dengan teknik turun tebing berupa repelling dan tali-temali.

“Menyediakan bentuk wisata adrenalin yang berbeda dari tempat -tempat yang lain di Labuan Bajo,” terangnya kepada VoxNtt.com, Minggu (27/10/2019).

Matheus berjanji, ke depan ia akan bekerja sama dengan warga setempat di Kampung Meleng untuk menatanya menjadi tempat pariwisata internasional .

“Perlengkapan seperti tali, karabiner dan juga helm akan diperlukan buat jaga-jaga. Untuk destinasinya sendiri saya akan biarkan alami saja agar menantang buat wisatawan yang hendak berpetualang,” jelasnya.

“Cunca Jami yang dalam bahasa Inggrisnya saya beri nama “Lego Waterfall” karena bentuk batu-batunya yang unik bersusun macam mainan lego,” sambung Matheus.

Dengan perhatian yang tepat dari Pemda Mabar dan warga setempat, ia sangat yakin air terjun Cunca Jami punya potensi untuk bisa bersaing dengan obyek wisata lain di daerah itu.

Penulis: Ardy Abba

Berikut foto-foto perjalanan menuju air terjun Cunca Jami (Foto: Matheus Siagian)

alterntif text