Siswa-siswi SMPN 1 Kuwus saat membersihkan sampah di Kelurahan Nantal, Senin, 28 Oktober 2019 (Foto: Gio)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT -Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kuwus menggelar kegiatan ‘Operasi Semut’ atau pungut sampah di wilayah Kelurahan Nantal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Senin (28/10/2019).

Kegiatan ini untuk merayakan Hari Sumpah Pemuda ke -91 tahun yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2019 kemarin.

Kepala SMPN 1 Kuwus Mateus Lumpak mengaku, dari dulu pada momen Hari Sumpah Pemuda SMPN 1 Kuwus merayakan dengan upacara bendera.

“Tetapi hari ini kami mengubah polanya dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat peserta didik dan guru-guru, serta kegiatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dengan melaksanakan ‘operasi semut’ atau pungut sampah di wilayah Kelurahan Nantal dan fasilitas-fasilitas umum yang ada di Golo Welu ibu kota Kecamatan Kuwus,” kata Mateus dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Selasa (29/10/2019) malam.

Mateus menegaskan, pemuda yang hidup di zaman sekarang harus berusaha untuk mengisi Hari Sumpah Pemuda dengan memberikan suport dan semangat pada tugas pokok masing-masing, tanggung jawab terhadap tugas dan komitmen terhadap tugas.

“Baik itu peserta didik maupun kami sebagai pendidik,” ujarnya.

Melalui kegiatan itu, kata dia, lembaga membina kaum muda SMPN 1 Kuwus sebagai generasi penerus bangsa. Itu terutama untuk membangkitkan kepedulian dan kepekaan sosial mereka.

“Di mana mereka menemukan kesadarannya tentang kepedulaian akan lingkungan sekitar,” ucap Mateus.

Dengan kegiatan tersebut jelas dia, anak didik mampu membangkitkan semangat sebagai kaum muda.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, anak didik kami mampu membangkitkan semangat muda mereka dan juga mampu untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan di rumah, di sekolah dan juga di lingkungan umum masyarakat,” kata Mateus.

Ia menambahkan, selain “Operasi Semut” juga diselenggarakan pertandingan voli dan tarik tambang antara guru melawan siswa.

“Kegiatan ini bermaksud agar tidak ada sekat antara guru dan peserta didik,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Nantal Patrisius Parus mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Terus terang saya sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan tersebut, baik guru maupun siswa yang sudah mempunyai konsep untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan materi kegiatan ‘Operasi Semut’ atau pungut sampah di wilayah Kelurahan Nantal,” ungkap Patrisius.

Ia mengatakan, kegiatan ‘Operasi Semut’ sebagai kegiatan mulia.

“Di satu sisi kegiatan ‘Operasi Semut’ ini kegiatan mulia. Tetapi barang kali jauh lebih penting, kita secara perlahan dari waktu ke waktu menanamkan nilai kepada anak-anak,” katanya.

Nilai yang dimaksudkan jelas dia, adalah bagaimana membiasakan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Tidak hanya ketika mereka berada di kompleks sekolah tetapi ketika mereka berada di lingkungan masyarakat,” pungkas Patrisius.

Untuk diketahui, kegiatan ‘Operasi Semut’ itu melibatkan kurang lebih 400 orang.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba