Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga (Foto: Istimewa)
alterntif text

Kupang, Vox NTT – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyoroti lima isu prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Kelima isu itu diamanahkan Presiden RI, Joko Widodo kepada dirinya saat melantik menjadi Menteri Kabinet Indonesia Maju beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Usai Dilantik Presiden, Menteri Bintang Puspayoga Pimpin Rapat Perdana di Kementerian PPPA

Bintang menegaskan, kelima isu prioritas yang menjadi fokus pembangunan PPPA berdasarkan arahan Presiden RI yakni, Pertama, peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Kedua, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak. Ketiga, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keempat, penurunan pekerja anak. Kelima, pencegahan perkawinan anak.

“Kelima prioritas isu PPPA akan kami lakukan dengan maksimal dengan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L), Lembaga Masyarakat, organisasi perempuan, dan stakeholder lainnya karena kami memiliki kewenangan terbatas sebagai kementerian koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan. Saya berharap semoga sinergi terkait pembangunan PPPA yang kita jalin tidak hanya sekadar wacana, namun dapat diimplementasikan,” tutur Menteri Bintang saat menghadiri Rapat Percepatan Pencapaian Visi dan Misi Presiden serta Sasaran dan Target Bidang PMK dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Kamis (31/10/2019) malam.

Menteri Bintang menjelaskan upaya yang tengah dilakukan Kementerian PPPA terkait pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yakni, melakukan sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejatera (MEKAAR), untuk menjangkau sekitar 5,5 juta perempuan Indonesia yang telah dibimbing dan 36 ribu pendamping yang mayoritas perempuan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mendorong semua K/L di bawah koordinasi Kemenko PMK agar ikut memberikan perhatian dan ikut berperan dalam menyukseskan program Kemen PPPA terkait 5 prioritas pembangunan PPPA.

“Saya berpesan, kepada seluruh K/L di bawah koordinasi Kemenko PMK untuk memberikan perhatian khusus kepada Kemen PPPA agar program terkait pembangunan PPPA dapat dibantu sehingga bisa berjalan secara maksimal. Kita perlu mewujudkan kesadaran kolektif betapa pentingnya peran perempuan karena mereka adalah sumber generasi bangsa dan anak adalah generasi penerus kita,” ucap Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Sesuai Visi dan Misi Presiden kata dia, target indikator makro Bidang PMK 2024 adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,54, tingkat kemiskinan turun sebesar 6,5% – 7,0%, dan Indeks Gini Ratio sebesar 0.370 – 0,374.

Dalam pertemuan tersebut, Menko PMK beserta seluruh menteri di bawah koordinasi Kemenko PMK juga menandatangani Kesepakatan Bersama Pencapaian Visi dan Misi Presiden, serta Sasaran dan Target Bidang PMK dalam RPJMN 2020 – 2024.

“Peranan Kemenko PMK adalah melakukan koodinasi, sinkronisasi, koordinasi, serta pengendalian terhadap program – program K/L di bawah koordinator Kemenko PMK untuk memastikan bahwa program – program tersebut memiliki hubungan yang saling tali – menali, koheren, saling mendukung, melengkapi, dan menyempurnakan untuk mencapai sasaran yang telah disepakati bersama. Oleh karenanya, saya berharap agar K/L segera memilih program – program strategis apa yang harus disinergikan dengan K/L lainnya,” ujar Menteri Muhadjir.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

alterntif text