Yoseph Mantara, Kadis Pertanian Kabupaten Manggarai saat memaparkan materi kepada peserta pelatihan Barista, Sabtu (02/11/2019) (Foto: Pepy Kurniawan/ Vox NTT)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT – Sebanyak 20 pemuda mengikuti pelatihan Barista atau cara menyiapkan dan menyajikan kopi-kopi berbasis espresso.

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Yayasan Ayo Indonesia dan dilaksanakan di Kopi Mane Ruteng, Kabupaten Manggarai, Sabtu (02/11/2019).

Direktur Ayo Indonesia Tarsisius Hurmali menjelasakn, Barista adalah seseorang yang sudah terlatih secara profesional untuk membuat espresso.

Selain itu, memiliki keahlian tingkat tinggi untuk meracik kopi-kopi yang melibatkan berbagai campuran dan rasio semacam latte atau cappuccino.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih pemuda di Manggarai, menjadi peracik kopi profesional.

Sebab, peserta yang hadir sebagai besar berasal dari cafe maupun warung kopi yang ada di Kota Ruteng, Borong dan Labuan Bajo.

Sehingga Tarsi berharap ketika menjadi peracik profesional pemuda tersebut bisa berwirausaha dengan menggunakan kemampuannya.

“Harapan kita anak-anak muda bisa menjadi wirausaha kopi di Manggarai. Sehingga kami berinisiatif untuk melatih para pemuda ini agar menjadi peracik kopi profesional,” ungkapnya saat ditemui VoxNtt.com, Sabtu (02/11/2019).

Ia juga berjanji akan memberikan 5 gerobak kopi bagi peserta terbaik pada kegiatan tersebut.

Selain latih meracik kopi, peserta juga diberikan pelatihan kewirausahan.

Setelah itu kunjungan ke cafe dan melatih cara sangrai kopi dan dilanjutkan dengan pendampingan terkait bisnis development.

“Kopi manggarai sudah mulai terkenal, kalau bisa kopi Manggarai bisa menguntungkan orang muda dan bisa menguntungkan untuk bisnis, jangan sampai dikuasai oleh orang dari luar,” ujarnya.

Menurut dia, kopi harus dijadikan sebuah kebutuhan, mata pencarian dan bisa membuka lapangan pekerjaan baru khususnya untuk anak muda.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

alterntif text