Stan hasil kerajinan tenun ikat di area Festival Wonderful Indonesia di PLBN Motaain (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
alterntif text

Atambua, Vox NTT- Festival Wonderful Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, resmi ditutup, Rabu (06/11/2019).

Rangkaian kegiatan ini, setelah sebelumnya Festival Wonderful Indonesia dilaksanakan 11 kali di tiga PLBN.

Penyelenggaraan festival yang ke-12 berlangsung meriah dan mampu menarik perhatian, baik pengunjung maupun masyarakat pelintas dari dan ke Negara Timor Leste.

Dalam acara penutupan, group band Harmoni dari Atambua mampu tampil menghibur pengunjung yang memadati area PLBN Motaain.

Dalam penampilannya, group band dengan vokalis Putri Moruk mampu membuat pengunjung histeris ketika membawakan lagu berjudul Persija. Lagu ini dilantunkan vokalis Putri Moruk.

Betapa tidak, saat membawakan lagu Persija, banyak pengunjung termasuk ibu-ibu ikut bernyanyi dan melambaikan tangan sambil sesekali berteriak histeris menikmati lagu uang syairnya dalam bahasa Portu itu.

Kemeriahan festival yang terselenggara atas dukungan Kementerian Pariwisata RI ini tidak hanya sebatas pada hiburan berupa musik, namun masyarakat juga dihibur dengan penampilan dari sanggar Shandelwood dari Kefamenanu,TTU, serta tarian dari anak-anak SMPN Silawan.

Tidak hanya hiburan, Festival Wonderful Indonesia di perbatasan RI-RDTL juga mendapat apresiasi yang sangat besar dari para pelaku usaha kecil dan kerajinan.

Para pelaku usaha kecil merasa sangat terbantu dengan event Festival Wonderful Indonesia.

Ada pelaku usaha yang matanya berkaca dengan air mata lantaran bahagia karena dilibatkan dalam event festival.

Mina dari UKM Gardania Atambua, di hadapan pengunjung mengaku sangat senang lantaran selama diselenggarakan festival, jualan hasil kerajinannya meningkat.

“Kami berterima kasih karena sudah ada Festival Wonderful Indonesia. Dengan adanya festival ini, kami bisa menjual barang-barang jualan kami dan penghasilan kami bisa bertambah. Semoga tahun depan Kementerian Pariwisata menyelenggarakan lagi festival supaya kami dapat berkat,” ujar Mina disambut tepuk tangan pengunjung.

Penampinal Harmoni Band di Festival Wonderful Indonesia (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)

Hal senada diungkapkan Maria, salah satu pedagang makanan lokal. Maria pada kesempatan itu mengaku sangat senang dan berterima kasih karena sudah diizinkan untuk menjual di area festival tanpa dipungut biaya.

“Saya diberi kesempatan untuk menjual tanpa membayar stan. Sehingga saya bisa mendapat keuntungan lebih banyak ” ujar mama Maria sambil menahan air mata yang berkaca di kelopak matanya lantaran gembira sudah dilibatkan dalam ajang Festivsl Wonderful Indonesia.

Wakil Bupati J.T Ose Luan, dalam sambutan saat penutupan mengatakan, Pemda Belu mengucapkan limpah terima kasih kepada Kementerian Pariwisata karena dari tahun ke tahun selalu hadir bersama pemerintah Kabupaten Belu, khusunya dalam kegiatan Festival Wonderfull Indonesia.

“Kegiatan ini mempunyai makna dan dampak yang besar karena apa yang dilakukan hari ini memiliki misi yang positif,” ujar Wabup Ose.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba