Ikan-ikan yang dijual di Kuliner Makanan Kita-Kita Kampung Ujung Labuan Bajo (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Produksi ikan di Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 51 ribu ton di tahun 2018.

“Untuk tahun 2018, produksi ikan kita mencapai 51 ribu ton,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Jumat (22/11/2019).

Angka ini kata Yeremias, meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Untuk tahun 2019 sendiri, pihaknya sementara mendata jumlah produksi ikan.

“Saya pastikan di tahun ini akan lebih meningkat. Kami belum mendata semua di tahun ini karena belum sampai akhir tahun,” lanjutnya.

Yeremias menyebut, produksi ikan paling banyak di tahun 2018 ialah ikan Tongkol, Ikan Teri, Gurita, Ikan Layang (Lajang), dan Cumi-cumi.

“Itu ikan yang banyak diproduksi. Tapi kalau ikan yang bernilai ekonomi paling tinggi itu ada ikan Karapu, ikan ekor Kuning, Ikan Kue Bengkolo, Ikan Baronang, dan Lopster,” jelasnya.

Yeremias menambahkan, angka produksi ikan berdasarkan hasil dari ribuan nelayan yang didata oleh DKPP.

“Ada ribuan nelayan yang tergabung dalam kelompok-kelompok nelayan. Jadi petugas kami itu selalu berada di TPI untuk mendata pemasukkan jumlah ikan yang didapat oleh nelayan. Bukan hanya di Labuan Bajo, tapi juga di kecamatan lain seperti Macang Pacar, Lembor dan Boleng,” tutup Yeremias.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

alterntif text