Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Tahun 2018, Produksi Ikan di Manggarai Barat Capai 51.000 Ton
Ekbis

Tahun 2018, Produksi Ikan di Manggarai Barat Capai 51.000 Ton

By Redaksi24 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ikan-ikan yang dijual di Kuliner Makanan Kita-Kita Kampung Ujung Labuan Bajo (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Produksi ikan di Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 51 ribu ton di tahun 2018.

“Untuk tahun 2018, produksi ikan kita mencapai 51 ribu ton,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Jumat (22/11/2019).

Angka ini kata Yeremias, meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Untuk tahun 2019 sendiri, pihaknya sementara mendata jumlah produksi ikan.

“Saya pastikan di tahun ini akan lebih meningkat. Kami belum mendata semua di tahun ini karena belum sampai akhir tahun,” lanjutnya.

Yeremias menyebut, produksi ikan paling banyak di tahun 2018 ialah ikan Tongkol, Ikan Teri, Gurita, Ikan Layang (Lajang), dan Cumi-cumi.

“Itu ikan yang banyak diproduksi. Tapi kalau ikan yang bernilai ekonomi paling tinggi itu ada ikan Karapu, ikan ekor Kuning, Ikan Kue Bengkolo, Ikan Baronang, dan Lopster,” jelasnya.

Yeremias menambahkan, angka produksi ikan berdasarkan hasil dari ribuan nelayan yang didata oleh DKPP.

“Ada ribuan nelayan yang tergabung dalam kelompok-kelompok nelayan. Jadi petugas kami itu selalu berada di TPI untuk mendata pemasukkan jumlah ikan yang didapat oleh nelayan. Bukan hanya di Labuan Bajo, tapi juga di kecamatan lain seperti Macang Pacar, Lembor dan Boleng,” tutup Yeremias.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleSTKIP Simbiosis Ende Kukuhkan Tujuh Sarjana Pendidikan
Next Article Sosialisasi Empat Pilar ke Mahasiswa, Angelius: Karakter Kebangsaan Harus Melekat

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.