Kondisi terakhir bagian dalam progres pembangunan Gedung E RSUD Mgr.Gabriel Manek, Atambua. (Foto: Marcel Manek/Vox NTT).
alterntif text

Atambua, Vox NTT-Proses pembangunan gedung E RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua segera rampung. Saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 80%.

Demikian disampaikan kepala proyek pembangunan Gedung E RSUD Mgr Gabriel Atambua, Doni Kusuma saat ditemui VoxNtt.com di lokasi proyek, Rabu (27/11/2019).

Saat ini, jelas Doni, pekerjaan mayor seperti konstruksi utama bangunan sudah selesai dikerjakan dan pekerjaan sudah masuk pada tahap finising seperti plafon, keramik, cat dan atap lantai tiga serta pemasangan Alumunium Composit Panel (ACP).

Pantuan awak media, di lantai satu dan lantai dua para pekerja sementara memasang keramik dan plafon. Sementara, jaringan instalasi listrik sudah selesai, bahkan sudah digunakan. Selain itu, kabel cctv dan gas medis juga sudah selesai dikerjakan.

Doni optimis, akhir Desember 2019 bagunan ini segera di-PHO (Provicional Hand Over) dan bisa dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain fisik bangunan, pekerjaan gedung E juga dilengkapi dengan pengadaan lift, ipal dan biotek. Dimana saat ini masih dalam proses pengiriman dan akan selesai dikerjakan pekan depan.

“Kalau barang pengadaan sudah tiba kita segera pasang dan progressnua bisa naik sampai 90%. Saat ini barang sementara dalam perjalanan,” ujar Kepala Proyek Doni Kusuma.

Pekerjaan gedung E dimulai dikerjakan pada pertengahan Juni 2019 dengam sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 45.140.005.000,00 yang dikerjakan PT. Erom General Contraktor.

“Sejauh ini tidak ada hambatan teknis karena struktur bangunan sudah selesai dan tinggal  finishing,” jelas Doni.

Untuk diketahui, gedung E RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua terdiri tiga lantai, dimana apabila sudah rampung, lantai satu akan digunakan untuk ruang periksa, ruang USG, ruang pemulihan dan ruang endoskopi

Sementara lantai dua akan digunakan untuk Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) khusus bagi bayi dan anak, ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) adalah ruangan untuk merawat bayi baru lahir yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus.

Ruang  HCU (High Care Unit) adalah unit pelayanan di Rumah Sakit bagi pasien dengan kondisi stabil, ruang ICCU (Intensive Coronary Care Unit) adalah unit perawatan intensif untuk penyakit jantung.

Ruang ICU (Intensive Care Unit) untuk merawat pasien dalam kondisi kritis. Sedangkan lantai tiga akan dimanfaatkan untuk ruang operasi, persiapan dan ruang pemulihan.

“Secara teknis tidak ada hambatan, jadi kita bisa kejar supaya selesai tepat waktu. Waktu kita mulai kerja memang ada sedikit hambatan, karena lokasi bangunan masih termasuk dengan gedung lama yang terbakar, namun sudah bisa diatasi sehingga prosesnya lancar,” tutup Doni.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni J