Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi NTT, Jemris Fointuna saat membuka kegiatan bimbingan teknis peliputan dan penulisan berita
alterntif text

Kupang, Vox NTT- Badan Pengawas Pemilu Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar bimbingan teknis peliputan dan penulisan berita pada 9- 11 Desember 2019.

Kegiatan yang berlansung di Swiss Bellin Kristal hotel ini dihadiri Koordinator Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten/Kota serta Staf Humas Bawaslu Kabupaten Kota se-Nusa Tenggara Timur.

Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi NTT, Jemris Fointuna saat membuka kegiatan ini mengatakan pertemuan dua hari ke depan bertujuan agar seluruh Humas Bawaslu kabupaten/kota harus belajar tata kelola kehumasan secara profesional dan humanis.

“Orang-orang Humas harus humanis, artinya ketika kita berkomunikasi dengan orang lain harus menampilkan kesan ramah dan humanis,” tutur Jemris dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Senin (09/12/2019) malam.

Pimpinan Bawaslu Provinsi NTT yang juga makan garam di dunia jurnalistik ini menambahkan, seluruh Humas yang hadir dalam kegiatan ini dituntut untuk benar-benar bisa bekerja secara profesional, bekerja dalam tim, memanfaatkan website dan media sosial untuk publikasi minimal dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Dikatakan Fointuna, Humas bertugas untuk menyebarkan informasi kelembagaan secara teratur mengenai suatu gagasan, ide, kebijakan perencanaan, dan hasil yang telah dicapai agar diketahui publik.

Selain itu, kata Jemris, Humas juga bertugas menerangkan dan mendidik publik mengenai perundang-undangan dan peraturan-peraturan yang terkait tugas dan wewenang Bawaslu dalam Pemilu dan Pilkada.

Lebih lanjut dikatakan, Humas bertugas melakukan sosialisasi tentang hak dan kewajiban, larangan dan sanksi bagi masyarakat dalam Pemilu dan Pilkada.

Mempersiapkan bahan-bahan yang ter-update mengenai sesuatu yang akan dikomunikasikan pimpinan kepada masyarakat atau pihak-pihak tertentu dalam kegiatan pidato, wawancara, menyajikan ceramah, pemaparan seminar dan kegiatan lainnya.

Pada kesempatan itu, Jemris juga menekankan Humas harus bekerja dengan mengedepankan prinsip bekerja atas dasar fakta dan data bukan fiksi, tidak boleh melakukan penipuan publik, dan humas harus menjadi komunikator yang efektif.

Untuk diketahui, Bimtek peliputan dan penulisan berita ini menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam dunia jurnalistik di antaranya wartawan Media Indonesia, Trans7, dan Timor Ekspres online.

Penulis: Ardy Abba