Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»120 Orang di Matim Mengidap HIV dan AIDS
KESEHATAN

120 Orang di Matim Mengidap HIV dan AIDS

By Redaksi10 Desember 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan seminar di Aula Kevikepan Borong. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sebanyak 120 orang di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengidap penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dr. Surip Tintin saat seminar memperingati hari AIDS sedunia di Aula Kevikepan Borong, Kecamatan Borong, Selasa (10/12/2019).

“Jumlah ini dihitung sejak 2008 lalu sampai November 2019,” kata Tintin di hadapan ratusan peserta seminar.

Dia memaparkan pada tahun 2008 pengidap HIV dan AIDS hanya 1 orang, 2009 berjumlah 5 orang, 2011 berjumlah 3 orang, 2012 berjumlah 5 orang, 2013 berjumlah 12 orang, 2014 berjumlah 8 orang, 2015 berjumlah 11 orang, 2016 berjumlah 16 orang, 2017 berjumlah 19 orang, 2018 berjumlah 29 orang dan 2019 berjumlah 11 orang.

“Dari 120 orang ini, laki-lakinya 83 orang sedangkan perempuan sebanyak 37 orang,” ucapnya.

Dia juga menerangkan, pengidap HIV dan AIDS menunjukkan angka seimbang yakni pengidap HIV berjumlah 60 orang dan pengidap AIDS 60 orang.

Dari distribusi kasus berdasarkan faktor resiko, sebanyak 84 orang heteroseksual, 24 orang pasangan HIV positif, 8 orang homoseksual dan 4 orang penularan dari ibu ke bayi.

Sedangkan jelas Tintin, dari distribusi kasus berdasarkan pekerjaan, penjaga toko 1 orang, guide 1 orang, pedagang 1 orang, wiraswasta 2 orang, buruh 3 orang, pekerja hiburan malam 2 orang, pekerja salon 4 orang, tidak bekerja 4 orang, mahasiswa/i 9 orang, sopir/ojek 7 orang, petani 9 orang, PNS/TNI/POLRI 9 orang, swasta/karyawan swasta 18 orang, IRT (Ibu rumah tangga) 22 orang, lain-lain eks perantau 28 orang.

“Dari data ini juga sudah 46 orang yang meninggal dunia, tahun 2008 1 orang, 2009 3 orang, 2011 2 orang, 2012 2 orang, 2013 5 orang, 2014 4 orang, 2015 7 orang, 2016 4 orang, 2017 7 orang, 2018 8 orang dan 2019 3 orang,” terang Tintin.

Dikatakannya, Dinkes Matim sudah melakukan upaya pencegahan melalui beberapa hal di antaranya, meningkatkan cakupan layanan HIV AIDS dan IMS, meningkatkan cakupan layanan HIV AIDS dan IMS dan layanan komprehensif berkesinambungan.

“Hal lain juga bisa dengan cara membangun kemitraan dengan faskes swasta dan kelompok pemerhati dan dukungan Dana Desa (untuk Promotif, Preventif dan Kuratif),” ucapnya.

Sebelumnya pengelola program KPA Kabupaten Manggarai Timur, Maria G.S Ratna, mengatakan peringatan hari AIDS sedunia bertujuan mendorong para pemimpin politik agar memegang komitmen untuk memberikan akses seluas mungkin bagi pencegahan, perawatan, pemeliharaan dan dukungan terhadap para pengidap HIV dan AIDS.

Di Indonesia kata dia, peringatan hari AIDS sedunia dilaksanakan oleh pemerintah tanggal 01 Desember setiap tahunnya dan didukung oleh komunitas dan LSM yang bergerak di isu HIV dan AIDS, serta melibatkan masyarakat umum.

Setiap tahun jelas Ratna, peringatan Hari AIDS sedunia di Indonesia biasanya mengusung tema yang berbeda-beda.

HaI yang sama juga biasa dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Khusus untuk Kabupaten Manggarai Timur, penyelenggaraan hari HIV dan AIDS sedunia puncak kegiatannya dilaksanakan Selasa 10 Desember tahun 2019, bertepatan dengan memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia,” katanya.

Penanggung jawab utama kegiatan itu adalah Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur sesuai komitmen bersama KPA Provinsi NTT dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTT pada workshop di Labuan Bajo pada 24 September 2019.

Workshop itu mengangkat tema “Satukan Tekad untuk Mensukseskan Program Pariwisata Sehat 2020, Bebas IMS, HIV dan AIDS Bernuansa Hak Asasi Manusia”.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Dinkes Matim Manggarai Timur Matim
Previous ArticleJumlah Rumah Layak Huni yang Dibangun Pemkab TTU Jauh di Bawah Target RPJMD
Next Article Wagub NTT Minta BNN Intensifkan Kerja Sama dengan Lembaga Pendidikan

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.