Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Wamen PDTT Kunjungi Desa Wawonato, Angelius: Minimal Ada Bekas Pembangunan ke Masyarakat
NASIONAL

Wamen PDTT Kunjungi Desa Wawonato, Angelius: Minimal Ada Bekas Pembangunan ke Masyarakat

By Redaksi18 Desember 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Menteri PDTT Budi Arie Setiadi saat berkunjung ke Desa Wawonato, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Wakil Menteri (Wamen) Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi bersama Anggota DPD RI Angelius Wake Kako mengunjungi tiga desa di Ende, NTT pada Selasa (17/12/2019).

Salah satu desa yang dikunjungi ialah Desa Wawonato di Kecamatan Ende. Wawonato adalah salah satu desa kategori desa sangat tertinggal di Kabupaten Ende.

Wamen Budi bersama Angelius didampingi Dirjen Pembangunan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Taufik Madjid, Kadis PMD Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk, Kadis PMD Kabupaten Ende Albert Yani, serta sejumlah rombongan lain.

Wamen Budi mengatakan, Presiden Joko Widodo memiliki cita-cita Indonesia menjadi negara yang maju. Kemajuan dimaksud diukur mulai dari masyarakat tingkat desa.

Presiden, kata Budi, tak menginginkan ada kesenjangan sosial terutama pada masyarakat tingkat desa.

“Cita-cita Pak Jokowi itu adalah tidak ada lagi desa yang tertinggal. Jangan sampai kemajuan ini menjadi kesenjangan sosial, kesenjangan wilayah di mana ada daerah lain yang sangat maju, ada juga daerah lain yang masih sangat tertinggal. Nah, itu yang Presiden kita tidak mau,” tutur Budi dihadapan masyarakat Desa Wawonato pada Selasa (17/12/2019) sore.

Ia berpesan agar masyarakat terus meningkatkan dan menanamkan sikap gotong royong, bahu membahu untuk membangun Desa Wawonato.

Masyarakat juga diharapkan turut berpartisipasi aktif untuk membangun desa dengan mengabaikan segala tantangan.

“Benar kan, segala tantangan itu tidak menghalangi kita membangun desa. Kita harus bisa pecahkan masalah, bisa selesaikan agar desa ini bisa maju dan sejahtera,” tutur Wamen Budi.

Terkait dana desa, jelas Budi, akan terus bergulir ke desa-desa di seluruh Indonesia. Tahun 2020, pencairan dana desa akan dilaksanakan terbalik.

Tahap pertama dicari sebesar 40 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga dicair 20 persen.

“Jadi kemajuan desa dengan menggunakan dana desa tidak diukur dari pembangunan fisik semata tapi ada rasa kegembiraan, kedamaian, kesukacitaan serta berpikir positif. Kalau kita berpikir positif maka desa kita akan maju dan sejahtera,” katanya.

Sebelumnya, Anggota DPD RI Angelius Wake Kako menyatakan infrastruktur merupakan tantangan pertama untuk meningkatan ekonomi masyarakat tingkat desa.

Oleh karena itu, ia mengingatkan hal tersebut mesti dipikirkan bersama terutama soal anggaran.

“Pak Wamen, soal jalan ini memang nomenklaturnya jalan kabupaten tapi kita tidak bisa harapkan APBD. Karena APBD disini terbatas. Saya melihat ada program di Kementerian PUPR yang bisa singkron ke desa juga. Saya kira pembangunan bisa kita libatkan beberapa desa sekitar dengan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah pada Kementerian PUPR,” tutur Angelius.

Ia menjelaskan, terkait potensi ekonomi masyarakat di Desa Wawonato sangat mampu dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, perlu juga didukung infrastruktur yang prima.

Angelius pun berharap kunjungan Wamen Budi ke Desa Wawonato dapat meninggalkan bekas infrastruktur terutama akses jalan yang memadai.

“Kehadiran Wamen, Dirjen, Direktur di desa ini saya pikir ada bekas kepada masyarakat disini. Masyarakat memang sangat mengharapkan itu,” ucapnya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Angelo Wake Kako Ende Nasional
Previous ArticleKomunitas BMF Gelar Nonton Bareng di Pantai Loodik
Next Article Ini Nama-nama Panwascam Pilkada di Manggarai yang Lolos Seleksi

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.