Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Anggota DPRD TTS: Tahun 2020, Semua Guru Harus Dapat Insentif
VOX GURU

Anggota DPRD TTS: Tahun 2020, Semua Guru Harus Dapat Insentif

By Redaksi20 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Komisi IV DPRD TTS, Maxi Lian. (Foto: Longginus Ulan/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE,Vox NTT-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Timor Tengah Selatan (DPRD TTS) Maxi Lian ikut menyoroti turun persentase guru honorer penerima dana insentif tahun 2019.

Anggota Komisi IV DPRD TTS Maxi Lian yang membidangi masalah pendidikan, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan pengeluhan dan pengaduan terkait berkurangnya guru penerima insentif tahun 2019 ini.

Oleh karena itu, sebagai mitra dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), dia meminta agar tahun 2020 mendatang, semua guru honor di TTS harus diakomodir untuk menerima dana insentif guru.

“Dalam sidang, terungkap kalau guru penerima dana insentif tahun 2019 berkurang karena pengajuan dari pihak dinas yang melakukan pembatasan. Di mana setiap sekolah baik TK, SD maupun SMP hanya mengirim nama satu dua orang saja,” jelas Maxi yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat ini saat diwawancarai VoxNtt.com, Jumat (20/12/2019).

Maxi berharap ke depan pihak Dinas P dan K Kabupaten TTS harus lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan guru honorer.

“Soal kesejahteraan guru honorer memang kita prihatin. Bagaimana guru bisa mengajar dan mendidik dengan baik kalau tidak sejahtera. Oleh karena itu anggaran pendididikan di TTS di tahun 2020 harus lebih pro masalah kesejahteraan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, di tahun 2019 kuota guru honorer penerima dana insentif di Kabupaten TTS berkurang.

Pada tahun 2018 jumlah guru honorer penerima dana insentif ini mencapai 3.600 orang. Sementara tahun 2019 ini, mengalami penurunan menjadi 1.200 lebih orang.

Penurunan angka penerima dana insentif ini, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten TTS, Edison Sipa, disebakan rasionalisasi anggaran.

Penulis: Longginus Ulan
Editor: Ardy Abba

Dinas PK TTS DPRD TTS TTS
Previous ArticleProyek Kementerian PDT di Kawasan Mangrove Pantai Borong Belum Selesai Dibangun
Next Article Dishub Kota Kupang Bakal Selektif Rekrut Pengelola Parkir

Related Posts

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa, Begini Kronologinya

17 April 2026

Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Siswa

12 April 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.