Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Gaji Guru Honorer di Mabar Masih Jauh dari Harapan
VOX GURU

Gaji Guru Honorer di Mabar Masih Jauh dari Harapan

By Redaksi4 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Meski memiliki jam mengajar yang sama, hampir semua guru di Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan gaji yang tidak sama dengan guru-guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebut saja Marianus Haryanto, S. Pd, salah satu guru di SMK Negeri 1 Welak yang telah mengabdi sejak 2016 lalu.

Menurut Ari begitu ia disapa, kewajiban yang diemban oleh seorang guru honorer atau Non-PNS, sejatinya sama dengan mereka yang berstatus PNS. Namun hak yang diperoleh guru honorer jauh lebih rendah dari mereka yang PNS

“Kalau di sekolah tempat saya mengajar, gaji yang kami terima bervariasi. Saya sendiri terima gaji Rp 750.000,00. Gaji tersebut bersumber dari Komite Sekolah,” ungkap guru Matematika tersebut saat dihubungi VoxNtt.com, Sabtu (04/01/2020).

Meskipun belum berstatus PNS kata Ari, paling tidak ada penghargaan dari pemerintah. Salah satu contohnya adalah pemenuhan kesejahteraan.

“Bagaimana kami mengajar dengan baik kalau kami tak makan?” tanya Ari.

Dia berharap, agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makariem juga memperhatikan gaji guru honorer.

“Kalau untuk harapan guru terutama Non PNS rasanya hampir sama secara keseluruhan, permasalahan di setiap daerah sama. Kita tidak mendapatkan upah yang layak, seperti halnya guru yang berstatus PNS,” ungkapnya.

Untuk gaji sendiri, Ari menyebut saat ini Pemerintah Provinsi NTT telah memberikan insentif sebanyak Rp 400.000,00 per bulan.

Insentif ini kata dia, dimulai sejak awal 2019 lalu dan diterima selama 2 kali dalam setahun yaitu bulan 5 untuk 5 bulan dan bulan 12 untuk 7 bulan.

“Setiap sekolah juga berbeda, untuk guru di sekolah Negeri mendapat Rp 400.000,00 perbulan. Sedangkan untuk sekolah swasta mendapat Rp 300.000,00 perbulan,” tutup Ari

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticlePuisi: Mata(Mu)
Next Article Rintihan Para Guru dari Provinsi Miskin

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.