Petugas PDAM Tirta Komodo saat menyambungkan air dari mobil tangki ke pipa penyalur di Pongpahar, Desa Hilihintir Kecamatan Satarmese Barat, Sabtu (11/01/2019)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT – Air PDAM di Pongpahar Desa Hilihintir, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai tak kunjung mengalir. Warga di sana terpaksa menikmati air dari mobil tangki.

Salah satu warga, Valensius Dima mengungkapkan air tersebut tak mengalir sejak bulan Oktober 2019 lalu.

Hingga kini, kata Valens, air milik PDAM tersebut tak kunjung mengalir. Kendati demikian, pembayaran masih tetap berjalan.

Baca: Video Pengakuan Warga Malip: Lihat Langsung Air Disambung ke Pipa dari Mobil Tangki

“Sejak lama airnya tidak mengalir, tapi kami dipaksakan untuk membayar bahkan kalau terlambat ada dendanya,” ungkapnya kepada VoxNtt.com, Minggu (12/01/2019).

Selain itu, sejak beberapa bulan terakhir warga di Kampung Pongpahar hanya menimba air di kali untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Namun, saat musim hujan pihaknya mengaku kewalahan mencari air bersih. Itu karena air di kali yang jaraknya sekitar 1 Km dari Kampung Pongpahar banjir dan tidak layak dikonsumsi.

“Selama ini kami memang timba air di kali, tapi kalau musim hujan air itu tidak bisa digunakan lagi karena keruh,” kata Valens.

Warga lain Fildus Jehola membenarkan hal tersebut. Menurut dia, sejak beberapa bulan terakhir warga merasakan krisis air minum.

Baca: Warga Malip: Saya Lihat Langsung Air Disambung ke Pipa dari Mobil Tangki

Ia juga mengungkapkan kehadiran mobil tangki pada Sabtu (11/01/2019), tidak cukup untuk memenuhi segala kebutuhan mereka.

Apalagi kata Fildus, selama air tidak mengalir mobil tangki baru satu kali megunjungi Kampung Pongpahar.

“Mobilnya hanya satu dan baru pertama kali datang ke sini. Itupun tidak bisa memenuhi kebutuhan kami, karena kalau mobil sudah balik kami kembali krisis air,” ungkapnya.

Warga sedang menyaksikan Petugas PDAM Tirta Komodo menyambungkan air dari mobil tangki ke pipa penyalur di Pongpahar, Desa Hilihintir Kecamatan Satarmese Barat, Sabtu (11/01/2019)

Fildus berharap agar pihak PDAM segera memperbaikinya. Hal itu untuk memastikan kebutuhan air masyarakat bisa terpenuhi.

“Kami minta agar PDAM bisa memperbaikinya, supaya air bisa mengalir normal kembali agar kebutuhan kami bisa terpenuhi. Karena kalau hanya mengharapkan mobil tangki itu tidak menyelesaikan soal karena mobil tidak mungkin datang setiap hari, sementara air setiap saat dibutuhkan,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Tirta Komodo belum merespon. VoxNtt.com sudah beberapakali menghubungi Direkturnya Klemens Man baik melalui telepon maupun pesan singkat, namun tak kunjung direspon.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba