Korban Rofinus Ikun yang ditemukan tewas di Hutan Wekamanasa, Desa Babulu, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Rabu (15/01/2020). (Foto: Nusantara9)
alterntif text

Betun, Vox NTT- Rofinus Ikun (74), seorang kakek asal Dusun Uarau, Desa Babulu, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas dengan luka bacok di lehernya, Rabu sore (15/01/2020).

Selain di leher bagian kanan, luka bacok juga ditemukan di telapak tangan Kakek Rofinus.

Kakek Rofinus pertama kali ditemukan anak mantunya berinisial YM di Hutan Wekamanasa, Dusun Uarau A, Desa Babulu pada Rabu Sore.

Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno melalui Kasat Reskrim Iptu Yusuf mengungkapkan, korban meninggalkan rumahnya di Dusun Uarau sekitar Pukul15.00 Wita. Dia ke luar rumah untuk memasukkan sapi ke kandang, sebagaimana selalu dilakukannya bersama anak mantu saban hari.

Namun pada hari kejadian, kata Iptu Yusuf, korban berangkat sendiri ke hutan untuk mencari sapi karena anak mantunya YM masih menghadiri rapat di Kantor Desa Babulu.

“Nah, ketika pulang dari Kantor Desa, YM menyusul korban ke hutan. Menurut penuturan YM, dirinya menemukan korban sudah dalam keadaan tak berdaya. Lalu, dirinya kembali ke rumah dan memberitahukan istrinya dan orang-orang lain bahwa korban sudah dibunuh,” jelas Kasat Yusuf.

Menurut dia, kakek kelahiran 31 Desember 1945 ini diduga dibunuh karena menderita luka bacok di leher samping kanan.

“Setelah mendapat laporan, kita langsung bergerak ke sana dan langsung adakan olah TKP seadanya karena kondisi medan yang cukup sulit dengan bantuan penerangan seadanya,” terang dia.

Yusuf mengaku dalam penyelidikan kasus tersebut, pihaknya belum menemukan tanda-tanda keberadaan terduga pelaku.

Kendati demikian, Polisi sudah ambil keterangan saksi, yakni anak kandung korban yang setiap hari tinggal serumah dengan korban. Kemudian, saksi lain yakni anak mantunya YM yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan tak bernyawa.

Fakta lain yang ditemukan Polisi adalah bahwa parang yang biasa dibawa korban menghilang dari sarungnya dan tidak ditemukan di sekitar korban.

Kasat Yusuf mengakui, pihaknya memgalami beberapa kendala dalam mengusut kasus tersebut. Misalnya lanjut dia, tidak ada saksi peristiwa atau belum ada saksi yang bukan keluarga kandung korban.

Walau demikian, Kasat Yusuf menegaskan, pihaknya akan memgusut tuntas kasus yang menimpa korban.

“Intinya kami akan kerja maksimal untuk mengusut kasus ini. Saya sudah perintahkan anggota untuk olah ulang TKP, dipimpin KBO Reskrim, bersama jajaran Polsek Kobalima,” tandas Yusuf.

Ia pun berharap, pihaknya bisa menemukan petunjuk di lapangan, yang bisa mengarah pada pelaku yang telah menghabisi nyawa Kakek Rofinus.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah dibawa dari RSUPP Betun ke rumah duka di Dusun Uarau, Desa Babulu, Kecamatan Kobalima.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba