Personel Satgas Yonif Raider 142/KJ saat memberikan contoh cara membuat ayaman tempat tisu dari bahan dasar lontar kepada ibu-ibu di Desa Tulakadi (Foto: Ist)
alterntif text

Atambua, Vox NTT- Personel Pos Salore Satgas Pamtas RI- RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ memberikan pelatihan kerajinan tangan kepada warga Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan kerajinan tangan tersebut dipimpin Pratu Arif Effendi dan lima orang personel Pos Salore lainnya di Tulakadi, Minggu (26/01/2020).

Pelatihan kerajinan tangan ini dilakukan dalam rangka menggali potensi kemandirian warga mayarakat di wilayah perbatasan.

Pelatihan diberikan khusus untuk kaum ibu yang berada di Desa Tulakadi dengan tujuan menggali kemampuan yang dimiliki dan memanfaatkan potensi lokal. Selain itu bertujuan untuk membekali para ibu dengan keterampilan karya seni.

“Pelatihan yang kita gelar bertujuan agar mereka dapat mengasah kemampuan dan bakat yang ada pada diri tiap individu, khususnya kerajinan karya tangan,” ungkap Dansatgas Yonif Raidet 142/KJ Letkol Inf. Ikhsanudin kepada VoxNtt.com, Senin (27/01/2020).

Sebelum digelar kegiatan pelatihan kerajinan tangan dengan memanfaatkan daun lontar tersebut, personel Pos Salore menunjukkan terlebih dahulu hasil karya seni yang telah dibuat mereka sebelumnya.

Hasil kerajinan anyaman yang dipertontonkan kepada ibu-ibu, sebelum pelatihan dimulai pada Munggu (26/01/2020) (Foto: Ist)

“Personel kami menunjukkan terlebih dahulu hasil karya seni yang mereka buat sebelum pelaksanaan pelatihan, hal ini dimaksudkan agar warga masyarakat memiliki motivasi dan keyakinan dalam mengikuti kegiatan tersebut,” kata Ikhsanudin.

Ia menambahkan, ada berbagai macam hasil karya seni kerajinan tangan dipamerkan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Salah satunya adalah kotak tempat meletakkan daun sirih dan tas berbahan dasar daun lontar.

Ikhsanudin mengharapkan melalui pelatihan ini warga bersemangat dan berkeinginan untuk mempelajari, serta mengembangkan hasil kerajinan tangan berbahan baku daun lontar.

Selama pelatihan berlangsung, lanjut Ikhsanudin, enam orang personelnya dengan sabar memberikan ilmu pengetahuan, serta menjelaskan tentang tahap demi tahap pembuatan kerajinan tangan kepada ibu-ibu di Desa Tulakadi.

“Mereka terlihat sangat bersemangat saat mengikuti proses kegiatan selama pelatihan,” ucapnya.

Melalui kegiatan pelatihan kreativitas warga masyarakat di perbatasan, ia berharap pula agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di daerah perbatasan.

“Pelatihan kerajinan tangan tersebut tidak hanya diberikan kepada kaum ibu di Desa Tulakadi, tetapi personel kami yang berada di Pos Salore juga memberikan pelatihan seperti ini kepada anak-anak yang berada di sekitar pos mereka, sehingga kami mengharapkan seluruh warga masyarakat dapat memanfaatkan pelatihan ini menjadi sebuah kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan,” imbuh Ikhsanudin.

Di sela-sela kegiatan pelatihan, Fransisca (46) salah seorang peserta pelatihan mengucapkan terima kasih kepada personel Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ, khususnya Pos Salore atas pelatihan yang diberikan kepada mereka yang berada di Desa Tulakadi perbatasan RI-RDTL.

“Pembuatan kerajinan ini lumayan sulit, namun kami sangat menikmatinya karena langsung dibimbing Bapak TNI. Semoga apa yang dilatihkan kepada kami dapat bermanfaat bagi kemajuan Desa Tulakadi,” katanya.

Hal senada diucapkan Kepala Desa Tulakadi, Kristian (35). Ia turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel Satgas Pamtad Yonif Raider 142/KJ yang telah memberikan pelatihan kepada warganya untuk membuat kerajinan tangan.

“Semoga dengan pelatihan kerajinan tangan dari bapak TNI, warga kami dapat belajar untuk membuat kerajinan tangan yang bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Kristian.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba