Jenazah korban masih disemayamkan di rumah orangtua kandungnya di Golo Conggo, Desa Rius Timur, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai (Foto: Dok. Polres Manggarai)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT- Bernadus Meky Sel (5) seorang anak asal Golo Conggo, Desa Ruis Timur, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai tewas tenggelam di sungai Tiwu Wali, Senin (17/02/2020).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Bripka Yustianus Gorang, dalam rilis yang diterima VoxNtt.com mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita.

Menurut keterangan Rafael Geral Dinoalfandi (8) seorang saksi mata yang diperoleh Polisi, kejadian naas itu bermula ketika pukul 13.00 Wita, korban bersama Filboys Santoso (4) sedang bermain mobil-mobilan di halaman rumah.

Saat bersamaan, korban melihat saksi lain atas nama Germanus Layong (23), Yoseph Wilfridus Werang (32), dan Fransiskus Ros (20) ke luar dari rumah. Ketiganya ke luar dari rumah milik Germanus Layong.

Setelah ditanya korban, ketiganya lantas menjawab bahwa mereka hendak ke Tiwu Wali (kolam di sungai).

Selanjutnya, korban bersama temannya Rafael Geral Dinoalfandi pergi mengikuti ketiga saksi tersebut untuk mandi di sungai Tiwu Wali.

Para saksi dan korban kemudian berangkat menuju sungai Tiwu Wali menggunakan mobil pick up Suzuki warna hitam dengan nomor Polisi B 9943 FAN.

Setiba di sungai Tiwu Wali, korban bersama Rafael Geral Dinoalfandi dan Filboys Santoso duduk di atas batu yang berada di pinggir sungai. Sedangkan saksi lainnya langsung berenang.

“Jarak antara korban dan 2 orang temannya yang duduk di atas batu dengan saksi yang sedang mandi sekitar 100 meter,” ungkap Bripka Yustianus.

Sekitar 20 menit duduk di atas batu, korban lantas berdiri dan hendak bergeser tempat duduk. Saat itu juga korban terpeleset dan jatuh ke dalam sungai.

Melihat kejadian itu saksi Rafael Geral Dinoalfandi berteriak meminta bantuan kepada saksi yang lain.

Para saksi yang lain pun langsung berupaya mencari korban dengan cara menyelam ke dasar sungai tempat korban jatuh.

“Setelah 30 menit dilakukan pencarian dan belum menemukan korban, saudara Yoseph Wilfridus Werang menyuruh Germanus Layong untuk memberitahu masyarakat guna meminta bantuan agar bersama – sama mencari korban yang tenggelam,” jelas Bripka Yustianus.

Sebelum masyarakat datang ke lokasi untuk memberi bantuan, korban ditemukan oleh Yoseph Wilfridus Werang di dasar sungai dengan posisi terlentang.

Pada pukul 14.00 Wita korban dibawa ke Puskesmas Reo untuk mendapatkan bantuan medis.

Namun nasib berkata lain. Hasil pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal sebelum tiba di Puskesmas Reo.

Tubuh korban mengalami sionosis akibat kelebihan air dalam tubuh.

“Untuk sementra jenazah korban masih disemayamkan di rumah orangtua kandung korban di Golo Conggo, Desa Rius Timur, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai dan menurut rencana akan dikebumikan pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2020 pukul 10.00 Wita,” kata Bripka Yustianus.

Penulis: Ardy Abba