Warga Desa Poco saat bertemu dengan Asisten I Setda Manggarai Mensi Do di Kantor Bupati Manggarai, Kamis (27/02/2020)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT – Masyarakat Desa Poco, Kecamatan Wae Ri’i yang tergabung dalam forum lonto leok warga desa Poco peduli menyambangi kantor Bupati Manggarai, Kamis (27/02/2020).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan penolakan atas rencana Pemda Manggarai memindahkan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Ncolang ke Lingko Roga.

Kehadiran mereka diterima langsung oleh Asisten I Bupati Manggarai, Mensi Do.

Koordiantor Forum Lonto Leok, Martinus Narung menjelaskan, penolakan itu merupakan hasil kesepakatan warga Desa Poco, terlebih khusus pemilik lahan di Lingko Raga melalui forum “lonto leok”.

Pertemuan tersebut, kata dia, dilaksanakan di Rumah Gendang Wase, Desa Poco yang dihadiri oleh 63 orang pada Minggu, 16 Februari 2020 lalu.

Alasan penolakan lanjut dia, sebab Lingko Roga, Desa Poco sudah ditetapkan sebagai wilayah pengembangan pemukiman warga. Hal itu setelah Desa Poco mengalami bencana alam pada tahun 2012 lalu.

Selain itu, dilihat letak geografisnya, lokasi yang direncanakan oleh pemerintah dinilai sangat tidak efektif untuk membangun TPA karena dekat dengan pemukiman warga.

Bahkan Pemda Manggarai diminta Marten untuk membuka forum dialog dengan masyarakat Desa Poco yang dilaksanakan di rumah gendang Wase.

Ia juga kembali menegaskan komitmen penolakan warga Poco atas rencana pemindahan TPA Ncolang ke Lingko Roga.

“Kami sebagai masyarakat Poco berharap bahwa mengatasi TPA Ncolang itu harus dengan solusi tepat bukannya memindahkan ke tempat lain yang lebih tepat, tetapi malah memindahkan ke tempat strategis yang notabene adalah tempat masa depan pemukiman Kampung Poco. Kampung Poco itu darurat longsor oleh karena itu satu-sarunya tempat masa depan adalah Lingko Roga,” tegas Marten.

Warga Desa Poco juga mendesak agar memindahkan rute yang dilalui kendaraan atau truk pengangkut sampah yang masih melewati pemukiman warga Poco ke jalur Pela – TPA Ncolang.

Selain itu, mereka juga meminta agar melakukan penyemprotan secara berkala di TPA Ncolang untuk menghindari risiko pencemaran atau polusi yang berdampak buruk bagi warga.

Tak hanya itu, warga juga meminta agar meninjau kembali fungsi TPA Ncolang sebagai tempat pengelolaan akhir dengan mengoptimalkan fungsi mesin pengolah sampah yang telah disediakan.

“Kami berharap masalah ini menjadi perhatian serius oleh Pemerintah dan DPRD ya mengatasi masalah tanpa masalah jangan mengatasi masalah tambah masalah,” ungkap Marten.

Menurut Marten, kemungkinan dalam waktu dekat ada warga dari Desa Satar Ngkeling dan Wae Mulu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh warga Desa Poco.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba