Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Prodi PGSD Unika Ruteng Gelar Seminar “Menjadi Guru Berbudaya Literasi”
MAHASISWA

Prodi PGSD Unika Ruteng Gelar Seminar “Menjadi Guru Berbudaya Literasi”

By Redaksi27 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pemateri saat seminar bertajuk "Menjadi Guru Berbudaya Literasi" di Aula Missio Unika Santu Paulus Ruteng, Kamis (27/02/2020) (Foto: Selvianus Hadun)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar seminar ilmiah bertajuk “Menjadi Guru Berbudaya Literasi”, Kamis (27/02/2020).

Kegiatan itu berlangsung di Aula Missio Unika Santu Paulus Ruteng mulai pukul 08.00 Wita.

Dalam kegiatan itu, Ketua program studi PGSD Mikael Nardi mengatakan, PGSD sebagai program studi yang menghasilkan tenaga pendidik tentu sajamempunyai tanggung jawab dalam mengembangkan budaya literasi.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas terbentuknya UKM Multiliterasi PGSD.

Nardi menambahkan, UKM Literasi lahir pada saat Prodi PGSD sedang mulai mendorong pendidikan yang berorientasi pada outcome.

“Dengan hadirnya komunitas ini kita berharap mahasiswa kita lebih berproduktif dalam berkarya, khususnya menulis karya ilmiah,” katanya.

Nardi juga berharap agar komunitas literasi PGSD secara bertahap mampu mengatasi masalah mahasiswa sendiri, yakni kesulitan dalam menulis skripsi yg berujung pada masa studi yang lama.

“Komunitas literasi dapat menyiapkan anggotanya sebagai calon guru SD yang akan menjadi aktor gerakan literasi sekolah (GLS),” tutupnya.

Dalam Seminar itu hadir 3 pemateri yakni Pastor Maksimus Regus sebagai pemateri satu, Herman Manehat pemateri dua, dan Gusti Rikarno pemateri tiga.

Peserta seminar merupakan mahasiswa PGSD tingkat satu, dua, dan tiga, guru-guru dari berbagai SD, serta para Dosen PGSD.

KR: Selvianus Hadun/PK
Editor: Ardy Abba

PGSD Unika Santu Paulus UNIKA Santu Paulus Ruteng
Previous ArticleDatangi Kantor Bupati Manggarai, Warga Poco Tolak Pemindahan TPA
Next Article Anggota DPRD Mabar Diperiksa Polisi

Related Posts

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Latih Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese Tarian Sae Tiba Meka

14 Juni 2026

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.