Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Anak Penderita DBD Kembali Meninggal di RSUD Atambua, Jumlah Kasus Bertambah
NTT NEWS

Anak Penderita DBD Kembali Meninggal di RSUD Atambua, Jumlah Kasus Bertambah

By Redaksi4 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasiean anak Penderita DBD yang dirawat di lorong RSUD Atambua akibat dari jumlah pasien yang semakin membludak (Foto:Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Belu kembali membawa korban nyawa.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com Kamis (04/03/2020) dini hari, pasien anak berinisial (LS) meninggal dunia di RSUD Mgr. Gabriel Manek, Atambua.

Direktur RSUD, dr.Elena Corpputy ketika ditemui awak media di ruang kerjanya membenarkan kejadian tersebut.

“Ketika pasien anak itu datang, kondisi sudah kritis. Kita sudah berusaha dan sempat dirawat dan kita sudah memberikan pelayana  maksimal sesuai SOP tapi pasien tidak bisa tertolong” jelas dr.Elena.

Dengan demikian, total kematian akibat DBD di Belu saat ini sebanyak dua orang. Keduanya merupakan pasien berusia anak.

Pantauan, VoxNtt.com, di ruang rawat inap anak RSUD Atambua Kamis pagi (04/03/2020), sejumlah pasien anak penderita DBD terpaksa dirawat di lorong-lorong karena ruang rawat penuh.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Atambua, Sipri Mali mengatakan, ada 22 ruangan yang disediakan untuk ruang rawat inap anak. Namun, karena jumlah pasien DBD yang semakin banyak, ruangan yang disediakan tidak bisa lagi menampung pasien.

“Saat ini kita sementara rawat 26 pasien anak. Tadi malam satu orang meninggal dunia. Di sini terpaksa kita pakai lorong karena semua ruangan sudah penuh. Syukurlah adalah pasien yang sudah bisa pulang” ujar Sipri saat bersama awak media melakukan pemantauan situasi di ruang rawat anak RSUD Atambua.

Data yang dihimpun dari media ini dari Dinas Kesehatan kabupaten Belu hingga pagi ini Rabu (04/03/2020), kasus DBD mencapai 219 kasus.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu DBD RS Gabriel Manek
Previous ArticleBegini Kondisi 2 Warga yang Diduga Suspek Corona di RSUD WZ Johannes Kupang
Next Article Bogem Mentah Gampar vs Jeramun, Status WhatsApp Ini Pemicunya

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.