Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Atasi DBD, Dinkes Ngada Lakukan Fogging di Desa Tarawali
KESEHATAN

Atasi DBD, Dinkes Ngada Lakukan Fogging di Desa Tarawali

By Redaksi13 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas Kesehatan menyemprotkan asap insektisida kimia (Fogging) di halaman SDI Tarawali (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Dua hari sudah Desa Tarawali di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada dikepung asap.

Rumah warga, sekolah, semak dan beberapa tempat yang diduga menjadi sarang nyamuk tak luput dari gempuran asap berbahan insektisida kimia untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Fogging dan aksi pembersihan lingkungan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tarawali, Heribertus Gili.

Dia bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Soa dibantu beberapa warga menyatroni setiap rumah korban DBD.

Mereka datang untuk memberikan pemahaman tentang bahaya DBD.

Kemudian mengajak warganya agar menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah melalui gerakan tiga M plus.

Dalam pekan ini, Pemerintah Kabupaten Ngada, melalui Dinas Kesehatan terpaksa melakukan tindakan pengasapan (fogging) setelah enam orang warga Kecamatan Soa, dinyatakan positif mengidap penyakit DBD.

Hingga memasuki pekan ke-3 pada bulan Maret tahun 2020, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, sebanyak 33 orang dinyatakan terserang penyakit DBD.

Sebagian besarnya sudah dinyatakan sembuh. Namun 5 orang masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa.

Penderita penyakit DBD di Kabupaten Ngada tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Bajawa adalah yang tertinggi dengan 13 kasus DBD. Disusul Kecamatan Riung 11 kasus dan Kecamatan Soa 6 kasus, Kecamatan Golewa 2 kasus dan Kecamatan Golewa Barat 1 kasus.

“Sedangkan, ada tujuh kecamatan sisanya, untuk sementara dinyatakan bebas dari DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru, Jumat (13/03/2020).

Agustinus mengatakan, jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, mengingat puncak perkembangan nyamuk pembawa penyakit DBD akan terjadi hingga akhir Maret 2020.

Secara keseluruhan, di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Ngada menduduki posisi ke-18 dengan temuan kasus DBD tanpa korban meninggal dunia.

Sedangkan, total keseluruhan wabah DBD di NTT mencapai 3.284 kasus, 37 orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, Matias Rema Esi, anggota DPRD Ngada mengatakan, pada Senin, 16 Maret 2020, dewan akan segera memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan penyebaran DBD.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

DBD DBD Ngada Dinkes Ngada Ngada
Previous ArticleUskup Ruteng Ajak Seluruh Umat agar Merawat Hutan
Next Article Masuk Wilayah Hutan Lindung, Galian Pasir di Kota Ndora Matim Ditutup

Related Posts

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.