Beberapa anggota DPRD Malaka saat pantau lokasi deker yang tembok penahannya roboh di ruas Jalan Maemina - Botin Leo Bele, Rabu (01/04/2020) (Foto: Dok. Devi Hermin Ndolu)
alterntif text

Betun, Vox NTT- Ada 6 anggota DPRD Malaka melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kecamatan Botin Leobele, Rabu (01/04/2020).

Keenam anggota dewan tersebut masing-masing, Devi Hermin Ndolu, Ronaldo Asury, Felix Bere, Markus Bria Berek dan Andreas Nahak.

Dalam kunjungan tersebut setidaknya ada lima titik pembangunan dan tempat umum di Kecamatan Botin Leobele yang mereka pantau.

Kelima titik tersebut antara lain, pekerjaan jalan pada ruas Babotin – Babotin Maemina, Puskemas Sarinah, tanaman jagung, Kantor Kecamatan Botin Leobele, dan bangunan Puskesmas Botin yang lama.

Dalam pemantauan beberapa anggota DPRD Malaka itu ditemukan beberapa kekurangan yang ada di wilayah tersebut.

Devi Hermin Ndolu menegaskan, sebagai anggota DPRD pihaknya tentu saja berkewajiban menjalankan fungsi kontrol yang sudah disepakati bersama eksekutif.

Itu terutama pengontrolan terhadap proyek – proyek untuk kepentingan rakyat.

Devi berkata, sesuai pantauan mereka ditemukan masih ada kekurangan yang harus dibenahi.

Diharapkan ke depannya ada upaya pembenahan, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik.

“Pantauan kami, masih ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi dan diperhatikan,” katanya kepada VoxNtt.com.

Misalnya, sebut Devi, halaman gedung Puskesmas Babotin yang lama kotor dan tidak terawat.

Lalu ada pengaspalan jalan di beberapa titik yang sudah rusak. Ditambah lagi pada jalan tersebut masih ada material yang tertumpuk di bahu jalan.

“Ada penahan jalan yang rusak dan satu titik longsor,” ujar politisi PDIP itu.

Beberapa anggota DPRD Malaka saat pantau ruas jalan Maemina – Botin Leobele yang rusak dan masih ada tumpukan material, Rabu (01/04/2020) (Foto: Dok. Devi Hermin Ndolu)

Selain itu, para DPRD Malaka ini juga menemukan adanya bangunan plafon Puskesmas Sarinah yang sudah rusak dan roboh pada beberapa titik.

Tidak hanya itu saja, informasi yang dikumpulkan dari warga setempat, mobil tangki air tidak berada di tempat.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Malaka sudah mengalokasi anggaran untuk pengadaan mobil tangki dengan tujuanĀ agar bisa menjawab kebutuhan air bersih masyarakat.

Pihak Devi berjanji ia dan rekan-rekannya akan menyampaikan berbagai temuan ini ke dinas terkait.

Sedangkan pantauan pada bidang pertanian, menurut Devi tanaman jagung masyarakat tumbuh cukup baik.

“Inilah beberapa catatan untuk dijadikan bahan dalam rapat DPRD Kabupaten nanti,” tutup Devi.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba