Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Baru Bertemu Suami dari Malaysia, Istri Paulus Arman: Saya Kangen, Tapi Kami Tidak Sentuh
Feature

Baru Bertemu Suami dari Malaysia, Istri Paulus Arman: Saya Kangen, Tapi Kami Tidak Sentuh

By Redaksi7 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Istri Paulus Arman, Remilia Idaninal. (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Remilia Idaninal berkali-kali meneteskan air mata saat didatangi Tim Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, di Desa Golo Leda, Kecamatan Borong, Kamis (02/03/2020) lalu.

Di hadapan tim, pemerintah desa dan beberapa warga yang hadir, Remilia menuturkan semua curahan hati, termasuk rasa kangen kepada sang suami Paulus Arman. Apalagi selama 6 tahun tak bertemu.

Baca:

Satu Warganya Baru Tiba dari Malaysia, Kades Golo Leda Matim: Kami Seperti Didatangi Setan

Namun, kisah keduanya begitu tragis. Pasutri ini hanya mampu berpapasan. Peluk pun tidak. Apalagi seranjang. Covid-19 seolah membunuh rasa kangen keduanya.

“Bo kangen. Bo keta cumang ami tapi neka rabo aku toe manga sentuh (memang kangen. Memang kami bertemu tapi mohon maaf saya tidak menyentuh),” ucapnya sembari mengusap air mata.

Baca:

Soal Pernyataan Kades Golo Leda, Psikolog: Itu Karena Kepanikan Sosial

Kendati demikian, wanita 6 anak itu tidak mempersoalkan rasa kangen diantara keduanya.

Ia justru bingung ketika semua warga desa takut untuk bertemu dan berdialog dengan sang suami juga anak-anaknya. Corona seolah membuat hati Remilia dan Paulus terpukul.

Ia berucap saat malam tiba, sang suami hanya tidur seorang diri di kebun. Walau begitu, warga tetap takut dan enggan bertemu mereka.

Baca:

Hantu Itu adalah Virus, BUKAN Paulus

Sementara Paulus Arman meminta agar warga kampung itu tidak takut saat bertemu dengan dirinya.

“Eme tegur laku wale koe (kalau saya tegur tolong di jawab),” katanya.

“Saya minta anak-anak jangan lari kalau ketemu saya. Kalau terjadi sesuatu saya minta tolong jangan sebut nama saya. Saya tidak pernah melakukan sesuatu dengan mereka,” ucapnya.

Paulus Arman. (Foto: Sandy Hayon/ VoxNTT)

Dikatakannya, ia tiba di Maumere pada 23 Maret lalu, dengan menggunakan transportasi laut dari Malaysia.

Bersama ratusan penumpang kapal, mereka pun menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan penyemprotan barang bawaan oleh petugas setempat.

“Kami dicek. Batuk, pilek dan demam tidak ada. Hari Rabu saya sudah lapor ke klinik di Borong sambil menyodorkan surat,” ucapnya.

Tiba di Peot Borong, aku Paulus, ia sempat berjabat tangan dengan keluarga Kornelis Gun.

Terpisah, anggota Tim Penanganan Covid-19 Pemkab Matim Regina Malon meminta agar Paulus tetap berjaga jarak dan melaukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Jangan dulu pegang tangan. Kalau di rumah tidur sendiri. Tidur di kebun juga bagus tetapi harapannya makanan harus dıjaga. Supaya daya tahan tubuh bagus,” katanya.

Regina Malon (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

Virus ini, jelas Regina, memiliki kelemahan. Kalau daya tahan tubuh bagus pada hari ke-7 atau ke-8 antibodi tubuh akan terbentuk.

“Karena itu mari kita sama-sama jaga. Walaupun Paulus belum ada gejala tetapı tetap kita pantau. Setelah 14 hari Paulus boleh bergabung dengan masyarakat,” ucapnya.

Ia meminta agar masyarakat tidak takut, juga tidak menjauhi Paulus.

Regina berharap apabila selama masa karantina ada gejala batuk dan flu, Paulus segera melaporkan ke petugas kesehatan atau pemerintah desa.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Desa Golo Leda Manggarai Timur Matim Virus Corona
Previous ArticleAda 8 ODP di Malaka, Berikut Sebarannya per Kecamatan
Next Article Kuasa Hukum Tegaskan Veteran Pimpinan Stef Atok Resmi dan Sah

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.