Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Bila Ada Warga Nagekeo di KM Lambelu, Gugus Tugas Covid-19 Siap Jemput
KESEHATAN

Bila Ada Warga Nagekeo di KM Lambelu, Gugus Tugas Covid-19 Siap Jemput

By Redaksi7 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
KM Lambelu saat ini telah bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka (Foto: Humas Posko Covid-19 Nagekeo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Pelaku Perjalanan dari Tempat Terjangkit (P2T2) Kabupaten Nagekeo terus meningkat tajam.

Rilis terbaru, Selasa (7/04/2020), Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nagekeo mengabarkan jumlah P2T2 di kabupaten itu mencapai 700 orang atau meningkat 24 orang dari sebelumnya berjumlah 676 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga naik menjadi 29 orang, yang sebelumnya hanya 25 ODP.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih sama dan telah meninggal dunia.

Jumlah ini belum termasuk warga Nagekeo yang diperkirakan ikut dalam pelayaran bersama KM Lembelu, dari Kalimantan dan Sulawesi yang hingga saat ini masih berada di Laut Flores, sekitar 2 Mill dari pelabuhan Laut Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka.

Beredar informasi, Bupati Sikka Robi Idong telah mengeluarkan surat larangan labuh KM Lembelu. Surat pelarangan itu kini tersebar luas di media sosial.

Alasanya, tiga orang di atas kapal itu telah terpapar virus corona atau Covid-19, dengan rincian 1 petugas kantin dan 2 orang Anak Buah Kapal (ABK).

Beredar pula video penumpang KM Lembelu melakukan aksi loncat ke laut. Aksi penumpang loncat ke Laut diduga karena frustasi terkait pelarangan labuh oleh Pemkab Sikka.

Humas Protokol Penangan Virus Corona Kabupaten Nagekeo Silvester Teda Sada mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan armada transportasi untuk menjemput bila ada warga Nagekeo yang ada dalam pelayaran itu.

“Kita siapkan armada untuk jemput kalau sudah ada data valid tentang asal penumpang Nagekeo,” kata Teda Sada melalui pesan WhatsApp.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nagekeo juga akan memberlakukan siaga 1 selama 24 jam di pos Perbatasan Kaburea, Kecamatan Wolowae dan di Kecamatan Nangaroro, guna melakukan pemeriksaan terhadap pergerakan orang, terutama penumpang KM Lambelu.

Dua perbatasan itu merupakan pintu masuk jalur darat dari wilayah Kabupaten Ende.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

KM Lambelu Nagekeo Virus Corona
Previous ArticleDiduga Main HP saat Hujan, 3 Orang di Rahong Utara Tewas Disambar Petir
Next Article Bupati Matim Diminta Cabut SK Karantina ODP Covid-19 di Rumah Sakit Borong

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Bambang Nurdiansyah Sampaikan Hak Jawab, Bantah Terima Dana dari PT Waskita Karya

11 Juni 2026

Pensiunan ASN Sebut AKP Serfolus Tegu Dalang Penggerudukan Mapolres Nagekeo

10 Juni 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.