Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Cegah Covid-19, Kapus Pulau Ende Minta Pemdes Gunakan Dana Desa
KESEHATAN

Cegah Covid-19, Kapus Pulau Ende Minta Pemdes Gunakan Dana Desa

By Redaksi9 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Camat dan segenap tokoh di Pulau Ende berpose bersama sebelum acara penyemprotan disinfektan di wilayah setempat (Foto: Copy Right)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Puskesmas (Kapus) Pulau Ende Nuimkhayat S.Gz meminta pemerintah tingkat desa di wilayah setempat untuk turut berpartisipasi memerangi wabah virus corona atau Covid-19.

Pemerintah desa diharapkan dapat memanfaatkan dana desa untuk pemenuhan alat dan bahan penyemprotan antivirus atau disinfektan.

Anjuran Nuimkhayat S.Gz berdasarkan instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar agar mengalokasikan dana desa guna mengoptimalkan pencegahan Covid-19.

“Aturannya sudah jelas di dana desa, agar desa juga melakukan penyemprotan berulang di masing-masing desa yang bukan hanya fokus di kantor desa saja. Seharusnya ada layanan ke masyarakat, tempat umum, mushola, mesjid karena itu juga ruang publik,” tutur Nuimkhayat dalam rilis yang diperoleh VoxNtt.com, Selasa (07/04/2020).

Ia menuturkan, selama ini pemerintah desa masih berharap bahan dan peralatan dari puskesmas untuk mencegah Covid-19.

Secara standar operasional prosedural (SOP) memang peralatan penyemprotan cairan antivirus selalu berada di faskes untuk diamankan. Meski begitu, tidak semestinya peralatan tersebut harus disiapkan oleh petugas kesehatan, bisa juga diadakan oleh pemerintah desa.

“Di tiap desa dengan inisiatif anggarannya dana desa untuk alat dan bahanya, tapi ternyata tiap desa hanya menunggu peralatan dari puskesmas. Saya kira desa juga berpartisipasi, tidak saja hanya menunggu,” katanya.

Ia menerangkan, ada berbagai cara untuk mencegah Covid-19 yakni dengan cara pencegahan (preventif), edukasi (promotif) dan kuratif atau pengobatan.

Petugas kesehatan sedang melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kantor Desa Paderape Pulau Ende (Foto: Copy Right)

Untuk mencegah Covid-19 diperlukan keterlibatan dan kerja sama dua arah yaitu masyarakat dan layanan kesehatan, sehingga pemerintah wilayah wajib menjadi penyambungnya.

“Dan juga memberikan edukasi atau pendidikan cara meracik disinfektan kepada warga masyarakat untuk selanjutnya masyarakat melalui pemerintah desa harusnya melakukan penyemprotan di masing-masing desa terutama di tempat layanan publik,” tutur Nuimkhayat.

Sementara Camat Pulau Ende Nurdin S.T kembali mengingatkan kepada warga yang kembali dari daerah zona merah Covid-19 agar tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan menjalankan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Nurdin menegaskan hal ini untuk memutuskan mata rantai virus tersebut. Masyarakat juga diharapkan agar tetap menjaga pola hidup sehat dengan selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker jika hendak ke luar rumah, serta selalu jaga jarak.

Camat Nurdin juga menginstruksikan kepada pemerintah desa agar turut mengawasi dan memantau setiap aktivitas masyarakat. Pemerintah desa juga diharapkan berpartisipasi melakukan penyemprotan disinfektan terutama di tempat-tempat umum.

“Kegiatan penyemprotan ini dilakukan perdana di Desa Redodori dan Insyaallah kita akan intruksikan di setiap desa. Dan kita akan siap anggaran alat dan bahannya untuk langkah penyemprotan ini,” kata Nurdin pada pada sela-sela penyemprotan disinfektan di Pulau Ende, belum lama ini.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Pulau Ende Virus Corona
Previous ArticleTak Peduli Covid-19, Satu Oknum PNS asal Matim Ditemukan Bersama 4 PSK di Kamar Hotel
Next Article Stafnya Diduga Dipergok Polisi Bersama 4 PSK di Ruteng, Ini Respon Camat Elar Selatan

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.