Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Nenek Ruth, Janda Miskin di TTS yang Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah
Feature

Nenek Ruth, Janda Miskin di TTS yang Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

By Redaksi24 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruth Tafui, janda miskin di TTS yang tidak tersentuh berbagai program bantuan pemerintah (Foto: Long/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Ruth Tafui, janda, usia 50 tahun lebih ini, tinggal di Dusun Nonohonis, Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

Kamis, (23/04/2020) pagi, sekitar pukul 10.00 Wita, VoxNtt.com, mendatangi rumah berdinding pelepah bambu milik Nenek Ruth. Janda dua anak ini, tampak muncul dari samping rumah dengan menjunjung seikat kayu api di atas kepala.

“Mari Pak, saya baru pulang dari kebun,” sapanya dalam bahasa Dawan (Bahasa Daerah di TTS) saat wartawan media ini, berada di depan rumahnya.

Saat diwawancarai Nenek Ruth, mengatakan, salah seorang anaknya tinggal di Kupang. Sementara saat ini, dia tinggal dengan salah satu puteranya seusia anak Sekolah Dasar (SD).

Janda miskin ini, menjelaskan, dulu, rumahnya beratap alang-alang namun karena ada bantuan beberapa lembar seng dari pihak Gereja Petra Nonohonis maka atap rumahnya bisa diganti.

“Gereja yang bantu seng untuk atap rumah ini,” ujarnya.

Ironis, di tengah berbagai gempuran program bantuan pemerintah untuk memberantas kemiskinan di tanah air, janda miskin ini jauh tak tersentuh dari berbagai program tersebut.

Mama Ruth Tafui saat pulang dari kebun mencari kayu bakar

 

Dia hanya bisa menyapu dada dan diam, tatkala melihat orang di sekitar kampung berbondong-bondong ke kantor desa setiap bulan untuk menerima berbagai program bantuan dari pemerintah.

“Selama ini, saya tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Orang lain yang dapat. Setiap bulan kalau orang semua berkumpul di kantor desa saya tidak ikut. Mereka tidak panggil saya, karena nama tidak ada,” tutur nenek Ruth yang seharian bekerja sebagai petani kebun ini.

Kendati demikian, Nenek Ruth tidak pernah ngotot dan memaksakan diri untuk mendapat berbagai program bantuan tersebut.

“Saya kerja kebun, jagung dan kacang untuk makan dan minum setiap hari. Setiap bulan, saya bayar uang sekolah untuk anak Rp 20.000,” katanya.

Dia mengaku, untuk biaya salah seorang anaknya yang masih bersekolah di SD, Nenek Ruth menjual kayu api, jagung maupun kacang tanah ke rumah para tetangga terdekat.

Lalu kemanakah berbagai gempuran bantuan pemerintah nyagkut? Sebut saja, Bantuan Rakyat Sejahtera (Rastra), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta seabrek program bantuan dengan kemasan nama indah demi penuntasan masalah kemiskinan? Entahlah…

Penulis: Long

Editor: Irvan

TTS
Previous ArticleKisah Pilu Maria Hoar, Hidup dalam Kesulitan Bersama Cucunya
Next Article 27 Desa di Mabar Masih Belum Nikmati Listrik

Related Posts

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Lansia di Kupang Bertahan Hidup Bersama Anak 6 Tahun, Berharap Uluran Tangan

9 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.