Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pos Pemantauan Covid-19 Olakile Longgar, Camat Boawae: Kami Bukan Robot
KESEHATAN

Pos Pemantauan Covid-19 Olakile Longgar, Camat Boawae: Kami Bukan Robot

By Redaksi3 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Posko Pemantauan Covid-19 Olakile tak dijaga di atas pukul 21.00 Wita (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Pos pemantauan Covid-19 di Kelurahan Olakile, dan Desa Rowa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, serta Desa Aewoe, Kecamatan Mauponggo dianggap longgar.

Pos di tiga wilayah itu diketahui hanya memberlakukan penjagaan hingga pukul 21.00 Wita.

Selanjutnya, pos dibiarkan tanpa penjagaan hingga membiarkan lalu lintas pergerakan orang dari wilayah barat menuju Nagekeo tanpa pengawasan dan pemeriksaan.

Temuan pembiaran pergerakan orang di atas pukul 21.00 Wita di Nagekeo diketahui saat tim Satgas Penanganan Covid-19 Nagekeo bersama awak media meninjau lokasi itu.

Tim pemantauan itu di bawah pimpinan Kepala Bagian Umum Beni Lado dan Sekretaris BPBD Nagekeo Petrus Soa.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo pun diminta memperpanjang jam jaga di tiga pos batas pemantauan Covid-19 dengan wilayah Kabupaten Ngada tersebut.

“Kami bukan robot Pak,” kata Camat Boawae Sales Ujang Dekresano di Posko Pemantauan Covid-19, Kelurahan Olakile, Jumat (01/05/2020).

Menurut Camat Ujang, meski tak melakukan penjagaan, petugas posko tetap memantau pergerakan orang dari wilayah barat.

Hal itu dilakukan bila ada laporan dari Posko Pemantauan Covid-19 di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.

Misalnya, sebut dia, bila ditemukannya Pelaku Perjalanan dari Tempat Terjangkit (P2T2) yang hendak ke Nagekeo.

“Misalnya mereka dari barat, di Aimere itu pasti mereka sudah cek dan mereka lapor ke kita dan malam itu kita tunggu dan besok paginya baru kita urus,” katanya.

Petugas medis di pos pemantauan Covid-19 di Desa Rowa, Kecamatan Boawae dan Desa Aewoe Kecamatan Mauponggo, mengaku, selama bertugas, mereka belum mengahadapi tantangan yang cukup berarti.

Mereka juga mengaku hingga kini urusan logistik untuk mendukung aktivitas penjagaan dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo masih dianggap cukup.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Virus Corona
Previous ArticleHipmmatim Kupang Desak Pemprov NTT Tolak Izin Pabrik Semen Lingko Lolok
Next Article Refleksi Hardiknas: Antara Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kerusakan Ekologis

Related Posts

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.