Kades Lembur Yohanes Baos bersama Penjabat Desa Mbapo Marsel Joni tampak memberikan bantuan kepada Ene Ester Daghe. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
alterntif text

alterntif text

Borong, Vox NTT-Sebanyak 109 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Mbapo, Desa persiapan Mbapo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mendapat bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa (DD), Jumat (22/05/2020).

Kegiatan pembagian BLT ini berlangsung di Kantor Desa Lembur. Turut hadir dalam kegiatan itu Kades Lembur Yohanes Baos, Kades Persiapan Mbapo Marsel Joni, Bhabinkamtibmas Sektor Waelengga Brikpol Wenseslaus Widi K. Juma, Babinsa Beni Kasiasi.

Pantauan VoxNtt.com, sebelum menerima bantuan warga diminta untuk jaga jarak, mencuci tangan, mengenakan masker, juga menunjukkan Kepala Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat menerima bantuan.

Kepala Desa Lembur Yohanes Baos mengatakan pembagian BLT tersebut akan dilakukan di setiap dusun, demi menghindari kerumunan masa selama masa pandemik virus corona.

“Hari ini hanya dikhususkan untuk warga dusun Mbapo dengan jumlah penerima 109 orang besok di dusun lain. Ini merupakan penerima terbanyak dari 4 dusun yang ada di wilayah desa Lembur,” ujar pria yang kerap disapa Yon itu.

Ia menjelaskan besaran dana yang diterima pada tahap pertama khusus di bulan April senilai Rp 600.000. Selanjutnya, untuk bulan Mei dan Juni akan dibagikan kepada penerima, apabila DD tahap satu sudah dicairkan secara utuh.

Kades Yon menegaskan para penerima bantuan diharapakan untuk tidak berfoya-foya, tetapi uang tersebut bisa dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, juga untuk kesehatan selama masa virus corona.

“Jadi bantaun ini merupakan bantuan langsung tunai bukan langsung tuak (tuak salah satu jenis minum keras, red),” tegasnya.

“Jadi uang ini tidak ada pemotongan. Kalau ada ptugas yang lakukan pemotongan harus lapor ke saya. Saya mau dana ini diterima langsung oleh para penerima,” tambahnya.

Ia berharap bagi warga yang tidak menerima BLT DD untuk tidak melakukan hal-hal yang kurang berkenan. Hal itu karena keputusan yang diambil bukan berdasarkan kemauan pribadi kades, tetapi melalui kesepakatan bersama Pemdes dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Jadi apapila ada kekeliruan harap disampaikan ke kami. Saya minta kepada para penerima sampaikan kepada keluarga, bantuan ini tidak permanen tetapi berlaku 3 untuk bulan sambil menunggu perubahan selanjutnya,” urai Kades Yon.

Ia menambahkan, para penerima tidak hanya mendapatkan BLT tetapi masker untuk memberikan perlindungan kepada warga, juga dalam upaya memutus mantai penyebaran Covid-19.

Di tempat yang sama Marsel Joni selaku penjabat kepala desa Mbapo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Lembur yang sudah peduli dengan wilayah desa yang dipimpinnya itu.

“Kita di desa persiapan belum punya dana. Sebagai kepala wilayah saya mengucapkan terima kasih untuk pa Kades. Apalgi dusun kami ini mendapat bantuan yang paling banyak,” tukasnya.

Ia pun mengharapkan para penerima tetap menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemik virus yang sudah mengorbankan banyak orang itu.

“Tertib diri dan jaga jarak. Manfaatkan bantuan yang ada sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Bersyukur dengan Bantuan

Terpisah, Anastasia Kurnia (43) salah satu warga yang menerima BLT mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Lembur yang sudah mengakomodasi dirinya sebagai salah satu penerima bantuan.

Apalagi, aku Anastasia, dirinya sudah 25 tahun belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

“Bersyukur sekali pak dengan adanya bantuan ini. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Kelapa Desa lembur,” tukasnya.

Senada dengan Anastasia, Ester Daghe lansia 82 tahun di dusun itu, juga hanya mampu mengucapkan terima kasih.

Kades Yon yang didampingi penjabat desa Mbapo Marsel dan dua orang aparat dari TNI dan Polri tampak mengunjungi kediaman Ester untuk memberikan bantuan.

Selain memberikan sejumlah uang, Kades Yon juga mengenakan masker untuk wanita yang kerap disapa Ene Ester itu.

“Ene ini uang untuk beli obat dan kebutuhan sehari-hari. Sehat selalu dan panjang umur,” pintanya sembari meninggalkan rumah Ene Ester.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba