Obyek Wisata Padang Fulan Fehan di Belu-NTT(Foto:Marcel Manek/Vox NTT)
alterntif text

Atambua, Vox NTT- Menjelang penerapan normal baru (New Normal) yang akan dimulai pada 15 juni 2020 mendatang, Dinas Pariwisata kabupaten Belu akan melakukan uji coba pembukaan obyek-obyek wisata di kabupaten itu.

Pembukaan destinasi akan dilengkapi dengan protokol pencegahan covid-19.

Beberapa protokol dimaksud akan diterapkan secara ketat selama berwisata antara lain; kewajiban pengecekan suhu tubuh, pengunjung wajim memakai masker, pengunjung wajib mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer baik bagi pengunjung maupun pengelola, penerapan jaga jarak minimal 1.5 meter (physical distancing) dan juga pemberlakuan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas daya tampung yang ada, sebagai upaya mencegah terjadinya kerumunan pengunjung yang terlalu padat.

Dengan peraturan tersebut, diharapkan wisatawan tetap dapat menikmati aktivitas berwisata dengan waspada dan disiplin menjaga kebersihan diri, sehingga kesehatan diri masing-masing maupun kesehatan orang di sekelilingnya tetap terjaga dengan baik.

Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Belu, Fredrikus Beremau ketika dikonfirmasi VoxNtt.com, Sabtu (13/06/2020), mengatakan persiapan selanjutnya berupa rapat koordinasi dengan Forkopimcam kecamatan Kakuluk Mesak sebagai pusat destinasi wisata di Belu.

Selain rapat koordinasi, Dinas Pariwisata bersama stskeholder terkait juga sedang mempersiapkan fasilitas penunjang penerapan protokol kesehatan di obyek-obyek wisata.

“Hari ini kami masih dalam tahap persiapan di antaranya pemasangan papan informasi. Juga hari ini kami lakukan simulasi bersama aparat Kepolisian dan TNI AD pada obyek Pasir Putih. Besok masih juga akan dilakukan uji coba dengan melakukan mengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun, pemeriksaan masker dan pembatasan jumlah pengunjung sebagaimana telah disepakati pada hari kamis lalu,” jelas Fredrikus.

Tambah Fredrikus, pada masa uji coba ini Pantai Pasir putih akan membatasi pengunjung maksimal 150 orang/hari, pantai Sukaerlaran juga akan dibatasi  jumlah pengunjungnya  maksimal 400 orang/hari.

Sementara, spot Sabanase akan dibatasi jumlah pengunjungnya maksimal 250 orang/hari. Jembatan Pelangi, wisata Mangrove dan Postu Maniku masing-masing akan dibatasi jumlah pengunjungnya maksimal 100 orang/hari.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K