Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Soal Situs Sejarah Tak Diurus, Wagub NTT: Tanggung Jawab Kita Semua
NTT NEWS

Soal Situs Sejarah Tak Diurus, Wagub NTT: Tanggung Jawab Kita Semua

By Redaksi13 Agustus 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kambing tampak berkeliaran di Taman Bung Karno pada sela-sela upacara Rakor Pemerintah bersama tokoh adat yang dihadiri Wakil Gubernur NTT Yosef A. Nae Soi (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi menyatakan tata pengelolaan kebersihan Taman Permenungan Bung Karno tidak semesti diurus oleh pemerintah.

Mengenai kebersihan, kata dia, ialah tanggung jawab semua orang, termasuk para pengunjung atau masyarakat umum lainnya.

“Untuk tempat sejarah ini, mari kita bersih bersama, jangan tunggu pemerintah. Kalau melihat belum terurus mari kita sama-sama urus. Sampah misalnya, masyarakat juga bisa bersihkan,” kata Wagub Nae Soi saat berkunjung ke Taman Bung Karno, Rabu (12/08/2020).

Ia menegaskan, sikap peduli terhadap kebersihan mesti ditanam pada setiap orang. Setiap orang juga mesti tertanam rasa memiliki terhadap situs-situs sejarah, seperti membuang sampah pada tempatnya.

Wagub Nae Soi menambahkan, semua beban tidak seharusnya dilemparkan kepada pemerintah. Rasa memiliki harus melekat pada diri setiap orang.

“Begini teman-teman, kata rawat itu untuk orang sakit. Kalau orang sakit itu dirawat. Kalau tempat maka kita harus bersihkan. Kalau sakit maka dirawat oleh dokter,” katanya.

“Semua kita harus melihat, begitu tidak terurus sampah misalnya maka masyarakat itu sendiri harus angkat. Jadi, jangan tunggu pemerintah,” kata Wagub Nae Soi, berdalih.

Wagub Nae Soi bahkan meminta wartawan agar menyampaikan kepada pemerintah jika ada situs-situs sejarah tampak kotor tak terurus.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Josef A. Nae Soi
Previous ArticleSungai Wolowona Akan Jadi Akses Wisata, Ini Kata Dirut PDAM
Next Article Update Covid-19 di Mabar: Positif Sudah 40 Orang, 30 Sembuh

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.