Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Komunitas Penyelam Akan Kibarkan Bendera di Patahan Tsunami 1992 Maumere
HEADLINE

Komunitas Penyelam Akan Kibarkan Bendera di Patahan Tsunami 1992 Maumere

By Redaksi14 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengibaran bendera Merah Putih pada peringatan HUT RI ke 74 pada 2019 lalu (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.com- Komunitas penyelam di Sikka yang dikenal dengan nama Maumere Diving Community akan mengibarkan bendera merah putih di patahan tsunami 1992.

Pengibaran bendera sepanjang 3 meter akan dilakukan di kedalaman 10 meter yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Pulau Babi pada Sabtu (15/8/2020).

“Dengan momen HUT RI 75 ini kami mau mengingatkan kita semua bahwa ada kekayaan besar di laut kita yang harus dijaga,” ungkap Koordinator MDC, Bram kepada VoxNtt.com via telepon pada Kamis (13/8/2020).

Perairan di teluk Maumere kaya akan ikan dan keindahan bawah laut. Khusus di patahan akibat gempa dan tsunami 1992 terdapat hiu putih, black tip atau hiu hitam, pari eagle ray dan beragam jenis hewan laut lainnya.

“Ini semua harus dikelola selaras alam. Hindari penguasaan laut oleh segelintir orang dan praktik perusakan laut,” tegasnya.

Rencananya pengibaran bendera ini akan melibatkan 17 orang dari tim diving dan 8 orang tim snorkeling.

Awalnya, hanya 45 orang undangan yang akan diikutsertakan. Akan tetapi, animo warga Sikka untuk mengikuti upacara tersebut meningkat beberapa hari belakangan.

Diperkirakan, akan ada ratusan orang yang mengikuti dari atas kapal motor.

Tahun lalu, pengibaran bendera juga dilakukan di perairan pesisir pantai Krokowolon.

Bedanya, bendera yang dikibarkan di laut kala itu sebelumnya telah dikibarkan terlebih dahulu di puncak Gunung Egon.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

17 Agustus 2020 HUT RI 75 Sikka
Previous ArticleBawaslu Mabar Kantongi Sejumlah Nama ASN yang Aktif Komentar Soal Pilkada di Medsos
Next Article Tampil dalam Busana Adat Sabu di Sidang MPR RI, Begini Reaksi Netizen ke Jokowi

Related Posts

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
Terkini

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.