Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Teknologi Irigasi Tetes, Solusi Pertanian di Tengah Krisis Air NTT
Ekbis

Teknologi Irigasi Tetes, Solusi Pertanian di Tengah Krisis Air NTT

By Redaksi29 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Sektor pertanian, termasuk penangkaran benih tanaman jagung di Provinsi NTT masih mengalami persoalan klasik yang serius. Salah satunya, minimnya ketersediaan air mengingat curah hujan di daerah ini sangat sedikit.

Namun kendala kekeringan ternyata memicu inovasi agar sektor yang menjadi sandaran mayoritas penduduk itu terus bertumbuh. Itulah yang dihadirkan oleh Power Agro Indonesia, perusahan yang bergerak di bidang teknologi pertanian.

Perusahan yang beralamat di Jalan Monginsidi No.6 Nefonaek, Kupang ini menawarkan irigasi tetes (drip irigation) dengan menggunakan energi cahaya surya.

Pada Jumat (29/08/2020), Power Agro Indonesia memperkenalkan teknologi tersebut kepada sejumlah petani penangkar benih jagung.

Kepada penangkar benih yang merupakan peserta pelatihan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerjasama dengan BPTP dan PRISMA itu dijelaskan keuntungan aplikasi teknologi irigasi tetes. Salah satunya, bisa menghemat air sehingga dipergunakan seperlunya.

“Air diperlukan untuk terjadinya perkecambahan dan harus tersedia selama daur hidup tanaman. Namun, jika kelebihan air atau terjadi genangan, maka akan menyebabkan benih busuk atau bahkan kematian tanaman,” ujar Ronald Gunawan, salah satu pimpinan perusahan itu.

Selain membantu perkecambahan yang baik, penggunaan irigasi tetes juga akan mengurangi gulma dan beberapa penyakit, serta mengontrol pasokan pupuk agar sesuai dengan kebutuhan dan pertumbuhan tanaman.

Teknologi yang jamak dipakai negara-negara maju termasuk Amerika Serikat itu diakui terbukti meningkatkan produktivitas benih dan tanaman jagung.

Gaspar Bao, seorang penangkar benih dari Kabupaten Sikka mengaku senang setelah dikenalkan secara langsung dengan teknologi tersebut. Ia yakin bila teknologi itu dimanfaatkan dengan baik, pasti mendatangkan keuntungan besar bagi petani.

“Saat ini kami seperti pemain sirkus, harus mengangkut mesin-mesin diesel ke lahan untuk menaikan air, tidak hanya mesin tetapi juga bahan bakar. Sementara jalanan di kepulauan Flores tidak seluruhnya baik, banyak kerepotan, sedangkan sistem pompa bertenaga surya akan sangat meringankan,” ungkapnya.

Stefanus Bani, penangkar benih dari Kabupaten Timor Tengah Selatan menambahkan irigasi tetes dan pompa air tenaga surya adalah solusi yang telah ditunggu-tunggu sejak lama.

Pasalnya, selama ini penangkar dan petani harus menanggung biaya BBM yang jumlahnya tidak sedikit setiap musim tanam.

“Saya bersyukur, kini teknologi irigasi tetes telah hadir di daratan Timor sehingga lebih murah dan mudah didapatkan,” ujarnya.

Penulis/Editor: Yohanes

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleAnak Buah Kapal yang Tenggelam di Kawasan TNK Belum Ditemukan
Next Article Brimob di Maumere Dikeroyok Warga, Polisi Masih Dalami Motifnya

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.