Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Selama Agustus 2020, Ada 27 KK di TTU Jadi Korban Bencana Alam
NTT NEWS

Selama Agustus 2020, Ada 27 KK di TTU Jadi Korban Bencana Alam

By Redaksi1 September 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala BPBD TTU Yosefina Lake saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa, 01 September 2020 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Selama Agustus 2020, tercatat ada 27 kepala keluarga di Kabupaten Timor Tengah Utara menjadi korban bencana alam.

Rinciannya, ada 10 KK menjadi korban kebakaran. Sementara 17 KK lainnya menjadi korban dari angin puting beliung.

Para korban tersebar di Kecamatan Kota Kefamenanu, Miomafo Timur, Bikomi Utara, Biboki Moenleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Naibenu, Insana, Bikomi Selatan, Musi dan Miomafo Barat.

“Sesuai hasil investigasi kami itu ada 27 KK (jadi korban bencana alam) sampai tanggal 31 Agustus, sedangkan hari ini laporan belum masuk,” jelas Kepala BPBD TTU Yosefina Lake saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (01/09/2020).

Yosefina menjelaskan, bantuan bagi para korban bencana berupa seng, Sembako, peralatan dapur dan pakaian. Sebagian besar bantuan tersebut sudah disalurkan.

Sementara beberapa desa lainnya, kata dia, belum disalurkan lantaran pihaknya kekurangan armada untuk memobilisasi bantuan.

Selain itu juga karena lokasi bencana alam yang berbeda jalur, sehingga pendropingan bantuan tidak bisa dilakukan secepatnya.

“Kendaraan juga kita bagi-bagi karena desanya tidak satu jalur,” katanya.

Yosefina menambahkan, stok bantuan berupa seng, Sembako dan peralatan dapur masih tersedia di gudang. Sementara pakaian sudah habis.

Untuk itu, ia mengusulkan lagi tambahan dana untuk pengadaan pakaian.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

BPBD TTU TTU
Previous ArticleKronologi Pria Tewas Tersetrum Listrik di Maras Ruteng
Next Article Deno Kamelus, Sosok yang Rendah Hati dan Pekerja Keras (1)

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.