Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bupati Dula Batal Tetapkan Status Darurat Bencana Kekeringan di Mabar
Regional NTT

Bupati Dula Batal Tetapkan Status Darurat Bencana Kekeringan di Mabar

By Redaksi30 September 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) tidak jadi meningkatkan status darurat bencana kekeringan di kabupaten itu.

Hal itu menyusul pembatalan tanda tangan status darurat bencana oleh dilakukan oleh Bupati Mabar Agustinus Ch Dula.

Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mabar, Dominikus Hawan, mengatakan basis data yang dimiliki Pemkab sangat lemah jika dipaksakan untuk meningkatkan status darurat.

“Karena kita belum masuk dalam kategori status awas maupun status siaga terkait dengan kekeringan. Data di BMKG tidak mendukung untuk menetapkan status darurat,” ungkap Dominikus saat dihubungi VoxNtt.com, Selasa (30/09/2020).

Dia mengatakan, atas dasar itu, Bupati Dula batal menandatangani status darurat bencana kekeringan.

Hingga kini kata Dominikus, baru tiga desa yang melaporkan bencana kekeringan.

“Kami hingga kini sedang menunggu laporan masyarakat dan kepala desa soal itu,” tegasnya.

Baca Juga: Alami Kekeringan, Pemkab Mabar Tetapkan Status Darurat Bencana

Sebelumnya Dominikus menjelaskan, SK penetapan darurat bencana sudah berada di meja Bupati untuk ditandatangani.

“Jadi sudah di meja Bupati SK penetapan darurat bencana. Semuanya untuk bisa intervensi dua hal ini yaitu ketahanan pangan yang mendesak dan kebutuhan air bersih,” lanjutnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

BPBD Mabar Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleMasyarakat Mengeluh Jalan Rusak dan Listrik, Paket IE RAI: Kita Bereskan dan Tidak Ada yang Mangkrak
Next Article Cara Pemkot Kupang Menuju Kota Metropolitan Berwawasan Lingkungan

Related Posts

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026
Terkini

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.