Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pecah Telur, Satu Pelaku Perjalanan di Matim Positif Covid-19
KESEHATAN

Pecah Telur, Satu Pelaku Perjalanan di Matim Positif Covid-19

By Redaksi30 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Satu pelaku perjalanan asal Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (30/09/2020). 

Pelaku perjalanan itu diketahui pulang dari Makassar Sulawesi Selatan pada 15 September lalu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai Timur, Bonifasius Sai, menjelaskan berdasarkan hasil  pemeriksaan Laboratorium Biologi Molekuler Prof Dr. W.Z Johannes Kupang, dari 32 sampel swab yang dikirim pada 23 September 2020, diperoleh hasil satu sampel terkonfirmasi positif Covid-19. Yang bersangkutan berinsial NYS (23).

Sementara 31 sampel lainnya hingga saat ini belum diterima dari Laboratorium Biologi Molekuler Prof Dr W.Z Johannes Kupang.

“Sampel yang positif Covid-19 itu berasal dari Kecamatan Lamba Leda. Yang bersangkutan adalah pelaku perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ia tiba di pelabuhan Reo Kabupaten Manggarai, menggunakan kapal Sabuk Nusantara, 15 September 2020,” jelas Bonifasius kepada media ini melalui sambungan telepon, Rabu malam.

Bonifasius mengatakan, saat screening awal, rapid test reaktif. Berdasarkan hasil itu, yang bersangkutan melakukan karantina mandiri di desanya.

Kemudian, pada 22 September 2020, Gugus Tugas Covid-19 Matim mengambil sampel swab terhadap yang bersangkutan. Saat itu, ia tetap menjalani karantina mandiri di desanya dengan pengawasan ketat.

“Saat ini pemerintah sudah menjemput yang bersangkutan untuk menjalani karantina di shelter yang disediakan Pemkab Matim yakni di RSUD Borong,” kata Bonifasius.

Karena sudah ada pasien Covid-19, Bonifasius mengimbau kepada seluruh masyarakat Matim agar mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak saat ke luar rumah.

Penulis: NT
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Virus Corona
Previous ArticleCara Pemkot Kupang Menuju Kota Metropolitan Berwawasan Lingkungan
Next Article Diaspora Manggarai Raya Minta Menteri Perindustrian Tidak Beri Izin Pabrik Semen di Matim

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.