Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Terkait Bansos Covid-19, Warga Desa Kateri Mengadu ke DPRD Malaka
VOX DESA

Terkait Bansos Covid-19, Warga Desa Kateri Mengadu ke DPRD Malaka

By Redaksi1 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah saat mengadu ke DPRD Malaka terkait bantuan sosial Covid-19 yang diduga tidak merata, Kamis (01/10/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Beberapa warga Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah mendatangi DPRD Malaka, Kamis (01/10/2020).

Mereka datang untuk mengadu lantaran penyaluran bantuan sosial (bansos) selama masa pandami Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diduga tidak merata dan adil.

Warga Desa Kateri, Paskalius Kehi kepada wartawan usai mengatakan kedatangan mereka di kantor dewan untuk mengadu persoalan penyaluran bansos.

Itu seperti bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD), bantuan sosial tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan perluasan sembako yang diduga tidak adil dan merata.

Lius, demikian ia akrab disapa, menilai terjadi tumpang tindih dalam pembagian jenis-jenis bansos tersebut. Ditemukan sejumlah warga yang terindikasi menerima bantuan sebanyak dua kali dari jenis bantuan yang berbeda.

Selain itu, kata Lius, ada indikasi aparat desa yang menerima bantuan. Demikian pun, terdapat kepala keluarga yang menerima bansos, yang bukan haknya. Padahal, masih banyak warga yang tidak menerima salah satu jenis bansos selama masa pandemi Covid-19.

“Warga mengadu ke Dewan untuk dicarikan jalan keluar supaya masalah penyaluran bansos di Desa Kateri diselesaikan. Jika tidak, warga akan membawa masalah tersebut ke aparat penegak hukum,” tegas Lius.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Malaka, Maria Fatima Seuk Kain, kepada wartawan mengatakan sudah menerima pengaduan warga Desa Kateri terkait bansos selama pandemi Covid-19.

Atas pengaduan itu, Komisi III akan menindaklanjutinya dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Penjabat Kades Kateri, Simon Klau. RDP ini nanti dalam rangka upaya penyelesaian masalah bansos yang diadukan.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Desa Kateri Malaka
Previous ArticleGaji 1.712 Guru Belum Dibayar Sejak Januari Hingga Oktober, Bupati TTU Salahkan Sekolah
Next Article 14 Daerah Terancam Kemarau Panjang, Begini Langkah Dinas Pertanian NTT

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.