Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Eks Penjabat Kades Bone Akui Sejumlah Proyek Tahun 2015/2016 Belum Dikerjakan
VOX DESA

Eks Penjabat Kades Bone Akui Sejumlah Proyek Tahun 2015/2016 Belum Dikerjakan

By Redaksi2 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Desa Bone, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang, (Foto : Ronis Natom/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT-Yeri Ndun, mantan penjabat sementara Kepala Desa Bone, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang menanggapi tudingan dugaan penyelewengan dana desa yang disampaikan masyarakat beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Kecamatan Nekamese itu dituding melakukan dugaan korupsi sejumlah Anggaran Dana Desa Bone periode Tahun 2015/2016.

Yeri Ndun kepada VoxNtt.com (02/10) mengaku, pada saat dirinya menjabat sebagai penjabat sementara Kepala Desa Bone Tahun 2015-2016, pihaknya mengelola anggaran sebesar kurang lebih 900 juta rupiah.

“Saya punya jabatan 6 bulan waktu itu,” jelas Yeri saat diwawancarai VoxNtt.com, Jumat (02/10) Siang.

Terhadap tuduhan dari sejumlah masyarakat Desa Bone, Yeri mengaku sejumlah proyek memang belum dikerjakan hingga ia melepas jabatan sebagai pelaksana tugas.

Untuk proyek pengerjaan gravitasi air bersih, Yeri beralasan cuaca hujan.

“Mereka (warga) masih gali sumur waktu itu jadi saya belum sempat kasih turun. Mau kasih turun (bahan) itu lokasi hujan jadi kita tidak bisa kasih turun di itu tempat. Kendalanya di situ. Saya sudah siap semua cuman belum pasang. Jadi belum selesaikan sampai sekarang,” jelasnya.

Lanjut dia, tentang pengelolaan Taman Eden, dirinya menyerahkan proses pembangunan di masyarakat.

“Itu masyarakat yang tanam. Ada semua dia punya foto,” imbuhnya.

Ia mengaku pihak Inspektorat Kabupaten Kupang belum melakukan pemeriksaan dan audit.

“Itu waktu saya belum sempat buat dia punya LPJ. Tapi semua laporan ada di sekretaris desa Pak Abraham Maniel,” tandasnya.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Irvan K

Desa Bone Kabupaten Kupang
Previous ArticleSoal Limbah PLTU Ropa, Polisi: Kita Akan Dalami Pelaksanaan di Lapangan
Next Article “Kami Terpaksa Minta Pulang karena Tidak Punya Uang Lagi untuk Bayar Rumah Sakit”

Related Posts

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.