Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Sambut Program Kampung Inggris, Kades Waturaka: Ini Peluang untuk Desa Wisata
VOX DESA

Sambut Program Kampung Inggris, Kades Waturaka: Ini Peluang untuk Desa Wisata

By Redaksi4 November 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Desa Waturaka Yoseph Alexander Wawo saat diwawancarai wartawan di Kantor Desa setempat (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende Yoseph Alexander Wawo menanggap positif terhadap program Kampung Inggris oleh para suster BLK CIJ Ende.

Menurutnya, program tersebut sangat membantu dalam rangka pengembangan desa wisata di wilayah setempat.

“Di sini memang mayoritas petani yang tentu berorientasi ke wisata dengan menghadapakan para wisatawan, jadi kami harapkan bisa memberi hal yang positif di Desa Waturaka,” ujar Yoseph pada sela-sela acara Musyawarah Desa Waturaka di Moni, Selasa (03/11/2020).

Ia menyebutkan pemerintah desa memiliki aset kreativitas yang sedianya untuk menunjang desa wisata. Misalnya, home stay, sanggar seni, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta organisasi guide.

Oleh karena itu dengan adanya program Kampung Inggris diharapkan dapat berkolaborasi baik pemerintah maupun dengan kelompok pendukung wisata setempat serta dapat menyalurkan keterampilan berbahasa Inggris kepada warga di wilayah yang berpenduduk 658 jiwa tersebut.

Penampakan persawahan di kampung Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

“Selain itu, rencana kami ke depan agar para suster dapat membuka peluang untuk anak-anak kami kursus bahasa Inggris di BLK CIJ. Sehingga output dari kegiatan itu bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat,” kata Kades Yoseph, berharap.

Wakil Ketua Pokdarwis Desa Waturaka, Robertus Ghele menyatakan kampung itu sedang mengembangkan desa wisata untuk menunjang danau tiga warna Kelimutu.

Hal itu menyusul dengan sebuah penghargaan desa wisata terbaik tingkat nasional pada tahun 2017 oleh Kemendes.

“Kami siap berkolaborasi dengan BLK CIJ bersama kelompok sadar wisata Waturaka. Karena kampung ini salah satu desa wisata yang sedang dikembangkan dan kami merasa ada dukungan positif,” katanya.

Para suster CIJ sedang pose bersama dengan Kepala Desa Waturaka, Sekcam Kelimutu serta para pelaku wisata (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Sementara Sekretaris Camat Kelimutu Ichsan Hatta berpendapat bahwa program mulia yang dikemas BLK susteran CIJ Ende sangat membantu masyarakat di wilayah setempat.

Ichsan berharap program ini tidak saja di Waturaka tetapi bisa menyebar ke desa-desa wisata di wilayah Kelimutu.

“Kami akan tindak lanjuti pada setiap kegiatan dengan melakukan monitoring dan memberi kelonggaran kepada para suster untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada masyarakat,” ujar Ichsan.

Menganggapi itu, Pengelola BLK CIJ dan Koordinator Program Kampung Inggris Waturaka, Irminus Deni menyatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan program itu diterapkan di desa-desa penyangga Danau Kelimutu.

Desa Waturaka sebagai pemicu untuk  menerapkan program kampung inggris. Apabila berhasil maka bisa melakukan pendampingan ke desa-desa sekitar.

Ia menerangkan, program itu dilakukan berdasarkan permintaan Bupati Ende Djafar Achmad saat meresmikan BLK Pelatihan Bahasa Inggris CIJ kali lalu.

Untuk itu ia berharap dukungan semua pihak terutama pemerintah desa dan masyarakat setempat.

“Kita mulai dulu di Waturaka selama satu bulan. Kemudian kita evaluasi perkembangan,” katanya saat acara Musdes Waturaka.

Ia menambahkan, sasaran program kampung inggris ialah para pelajar dari tingkat TK hingga SMA serta terhadap para pelaku home stay. Mereka didampingi oleh tiga suster dan seorang awam untuk mengenali lingkungan sekitar dalam bahasa Inggris.

“Jadi untuk home stay nanti kita kenalkan dulu dari halaman sampai perabot dapur. Itu dulu dasarnya,” kata Irminus.

Ia berharap dukungan semua pihak agar program tersebut berjalan baik dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan desa setempat.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Desa Waturaka Ende
Previous ArticleEsok, BMPS NTT Gelar Pelatihan Karya Ilmiah Bagi Guru Swasta
Next Article Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Belu Kembali Keluarkan Kebijakan Belajar dari Rumah

Related Posts

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.