Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Bupati Agas Dikarantina di Rujab Setelah Positif Rapid Test Antigen
KESEHATAN

Bupati Agas Dikarantina di Rujab Setelah Positif Rapid Test Antigen

By Redaksi17 Januari 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Matim, Agas Andreas (Foto: Ardy Abba/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Bupati Manggarai Timur Agas Andreas terkonfirmasi positif rapid test antigen pada Sabtu, 16 Januari 2021 kemarin.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai Timur Bonifasius Sai mengatakan, Agas dikarantina mandiri di rumah jabatan bupati yang beralamat di Golo Lada, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong.

“Bapak bupati saat ini secara fisik sehat dan tidak ada yang luar biasa,” ujar Boni dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Minggu (17/01/2021) pagi.

Boni mengatakan, seluruh anggota keluarga dan staf yang tinggal di rumah jabatan bupati akan menjalani pemeriksaan rapid test antigen pada Minggu, 17 Januari 2021.

“Dan dalam waktu dekat akan dilakukan pengambilan Swab untuk pemeriksaan PCR untuk dikirim ke Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. W.Z Yohanes Kupang,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Matim itu.

Meski demikian, menurut Boni, positif tes rapid antigen belum tentu positif Covid-19.

“Kita akan menunggu hasil pemeriksaan PCR,” ujar Boni.

Ia menambahkan, Bupati Agas diketahui rekatif rapid antigen setelah diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Borong.

Boni pun mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat agar tetap taat melaksanakan protokol kesehatan dengan melaksanakan 3 M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

Agas Andreas Manggarai Timur Matim Virus Corona
Previous ArticleForum Wartawan Kupang Kecam Pemukulan Terhadap Wartawan di Flotim
Next Article Angka Covid-19 Kian Meningkat, Dua Minggu ke Depan Anak Sekolah di Matim Belajar di Rumah

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.