Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Relawan KKI NTT Dapat Ilmu Kesehatan Jiwa
KOMUNITAS

Relawan KKI NTT Dapat Ilmu Kesehatan Jiwa

By Redaksi18 Januari 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Screenshot webinar lewat aplikasi zoom yang diselenggarakan oleh relawan KKI NTT bekerja sama dengan Tim Jiwa Merdeka pada Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta pada 16 Januari 2021 lalu.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Para relawan Komunitas Kasih Insanis (KKI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapatkan ilmu kesehatan jiwa.

Ilmu tersebut diperoleh dari Dr. dr. Hervita Diatri, Sp.KJ (K), psikiater yang mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Hervita memberikan ilmunya lewat webinar tentang gangguan jiwa yang diselenggarakan oleh relawan KKI NTT bekerja sama dengan Tim Jiwa Merdeka pada Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta pada 16 Januari 2021 lalu.

Dalam webinar berlangsung dari pukul 18.00 hingga 20.30 Wita juga menghadirkan narasumber lain yakni, Dr. dr. Albert Maramis, Sp.KJ(K). 

Webinar ini dimoderasi oleh Ketua KKI NTT Pater Avent Saur, SVD dan Hani Kumala, seorang psikolog lulusan Atmajaya Jakarta.

Dalam paparannya Dokter Hervita menjelaskan, gangguan jiwa adalah perubahan pada pikiran, perilaku, dan perasaan manusia. 

Perubahan tersebut menjadi tanda adanya ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak manusia.

Ada banyak jenis gangguan jiwa. Patut disebutkan, antara lain skizofrenia, depresi, dan cemas. Tanda-tandanya sangat banyak, semisal, menarik diri dari lingkungan, kurang merawat diri, marah berlebihan, sedih berlebihan, susah tidur, dan lain-lain.

Aneka ilmu tentang gangguan jiwa sangat penting buat para sukarelawan KKI Provinsi NTT. 

Sebab kerja sosial-kemanusiaan pada sukarelawan yang menaruh kepedulian pada penderita gangguan jiwa lebih dominan hanya didasari oleh kepekaan nurani, bukan atas dasar pengetahuan psikiatri dan psikologi yang memadai.

Dokter Hervita menyajikan beberapa data terkait masalah gangguan jiwa di Provinsi NTT. 

Salah satunya data masalah depresi (depresi prevalence). Persentase masalah gangguan jiwa jenis depresi di NTT berada pada angka merah.

Menurutnya, salah satu kekuatan di NTT adalah lembaga agama. Karena itu, para tokoh agama diharapkan untuk memberikan edukasi kesehatan jiwa kepada umat baik soal pencegahan maupun penanganan gangguan jiwa.

Selain itu, lanjut Dokter Hervita, pemerintah daerah harus lebih fokus lagi dalam membuat program-program prioritas dalam penanganan masalah gangguan jiwa. 

Dokter Hervita juga mengungkapkan komitmennya untuk berjalan bersama sukarelawan KKI NTT dalam berjuang melayani penderita gangguan jiwa di NTT.

Peserta Aktif

Seorang peserta webinar dari Kabupaten Alor mengatakan, penanganan pasien gangguan jiwa di Kabupaten Alor sangat baru. 

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor untuk melakukan webinar kesehatan jiwa khusus untuk para tenaga medis, terutama pula yang membidangi program kesehatan jiwa pada dinas dan puskesmas.

Selama webinar berlangsung banyak peserta menyampaikan pertanyaan yang berkaitan dengan penanganan dan pencegahan gangguan jiwa. 

Kristo, peserta dari KKI Kabupaten Manggarai Barat, bertanya tentang kesurupan dan warga yang difabel. 

Sementara itu, Irma, sukarelawan KKI Kabupaten Ende, mengungkapkan beberapa gejala pada seorang temannya yang diduga mengarah kepada gangguan jiwa. 

Semua pertanyaan itu dijawab dr. Hervita dengan penjelasan yang sangat detail.

Webinar tentang kesehatan jiwa akan terus dilakukan pada waktu mendatang dengan tema-tema yang berbeda. 

Hal ini sangat membantu para sukarelawan KKI Provinsi NTT dalam menjalankan aktivitas sosial-kemanusiaan di wilayah tersebut.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai KKI
Previous ArticleHabiskan Dana 1 Miliar Lebih, Terminal Kembur di Matim Mubazir
Next Article Politisi Lentur dan Sosok Perekat itu Telah Pergi: Selamat Jalan Kae Felix Pullu

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.