Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»46 Ribu Lahan Tidur di Manggarai Timur Berpotensi untuk Pengembangan Tanaman Sorgum
Ekbis

46 Ribu Lahan Tidur di Manggarai Timur Berpotensi untuk Pengembangan Tanaman Sorgum

By Redaksi11 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekda Manggarai Timur Boni Hasudungan (kanan) saat menerima tim dari Yayasan Ayo Indonesia, Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Keuskupan Ruteng di kantor Bupati Manggarai Timur, Rabu (10/03/2021). (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Lahan Tidur seluas 46 ribu hektar di Kabupaten Manggarai Timur bakal dimanfaatkan. Tiga lembaga yang terdiri dari Yayasan Ayo Indonesia, Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Keuskupan Ruteng hendak mengembangkan tanaman sorgum di atas lahan tersebut.

Ketiga lembaga tersebut mengutus tim untuk mendiskusikannya dengan Pemkab Manggarai Timur pada Rabu, 10 Maret 2021. Mereka adalah Yos Sudarso, Rikardus Roden dan Romo Marsel Hasan, Pr. Mereka diterima Sekretaris Daerah Boni Hasudungan Siregar dan Kepala Dinas Pertanian Johanes Sentis.

Menurut tim tersebut, sorgum sangat cocok dikembangkan di Manggarai Timur. Sebelumnya, mereka telah melakukan uji coba di Paroki Santo Damian Beamuring dan hasilnya memuaskan.

Baca: Sidang Saksi: JPU Tanyakan Kontainer Johni Asadoma dan Vila Goris Mere di Kerangan

“Pemerintah melalui Sekretaris Daerah, Boni Hasudungan menyambut baik rencana menjadikan Manggarai Timur sebagai kabupaten sorgum,” jelas Kepala Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan, Jefrin Haryanto dalam siaran pers yang diterima VoxNtt.com, Rabu malam.

Sebagai respon atas rencana tersebut, Pemkab Manggarai Timur akan memulainya dari enam desa yang akan ditetapkan sebagai desa sorgum. Enam desa tersebut adalah Desa Leong, Golo Ndari, Melo, Watu Lanur, Deno dan Desa Compang Weluk di Kecamatan Lamba Leda Selatan.

Selanjutnya, Pemkab Manggarai Timur bersama tiga instansi tersebut akan menggelar pertemuan di Paroki Santu Damian Beamuring pada17 Maret 2021.

Pertemuan yang akan ditandai dengan panen simbolis tanaman sorgum ini, dimaksudkan untuk menggali gagasan pengembangan sorgum untuk ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan tidur agar diakomodir dalam perencanaan APBD.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Yohanes

Ayo Indonesia Boni Hasudungan Jhon Sentis Kehati Keuskupan Ruteng Manggarai Timur
Previous ArticlePartai Rakyat Adil Makmur Gencar Konsolidasi di NTT, Pengurusnya Kebanyakan Orang Muda Progresif
Next Article Terkendala Jaringan, Air PAM di Satarmese Utara Tidak Stabil

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM Dukung Penolakan Keuskupan Ruteng, Desak Izin Tambang PT SJA Dicabut

6 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.