Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Benny Harman Prihatin, Tenaga Kesehatan Curhat Masalah Insentif di Tengah Pandemi
KESEHATAN

Benny Harman Prihatin, Tenaga Kesehatan Curhat Masalah Insentif di Tengah Pandemi

By Redaksi25 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Benny K Harman saat mendengarkan keluhan dokter dan perawat di Puskesmas Terang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat pada (Senin, 22/03/2021).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNtt.com-Musim pandemi covid-19 yang belum berakhir membawa pelbagai masalah.

Ketiadaan dana insentif bagi tenaga kesehatan merupakan satu persoalan yang menjadi perhatian Benny K. Harman dalam kegiatan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Puskesmas Terang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat pada (Senin, 22/03/2021).

Menurut Benny, tenaga kesehatan merupakan profesi yang berisiko di masa pandemi ini.

“Profesi Bapak dan Ibu tenaga kesehatan adalah profesi yang penuh resiko di musim pandemi covid-19 ini. Tingkat kerentanan tertular virus ini begitu tinggi. Karenanya, para tenaga kesehatan sepantasnya diberi dana insentif khusus. Tapi nyatanya tak ada. Tentu ini memprihatinkan,” kata anggota dewan dari Partai Demokrat ini.

Ia juga melanjutkan, ketiadaan dana insentif bagi para tenaga kesehatan ini terjadi karena keterbatasan dana pemerintah akibat covid-19.

“Saya mendapat keluhan yang sama di Puskesmas yang berbeda. Mereka mengeluh tak ada perhatian khusus dari pemerintah. Memang ini karena dana pemerintah yang terbatas karena dampak dari pandemi covid-19 ini,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Terang, Valentinus Mance, yang menjadi tuan rumah pelaksanaan sosialisasi membenarkan apa yang disampaikan ketua Fraksi MPR RI Partai Demokrat ini.

“Di Puskesmas ini banyak tenaga kesehatan. Honor mereka begitu kecil tapi tingkat risiko tertular pandemi covid-19 sangat tinggi,” ungkapnya.

Senada dengan itu, dr. Paulina yang mengabdi hampir sebulan di Puskesmas Terang mengeluh hal yang sama.

“Hampir sebulan saya di sini. Banyak persoalan muncul. Selain dana insentif tenaga kesehatan yang tak diperhatikan, juga masalah akses jaringan. Pak Benny bayangkan, kami harus berjalan puluhan kilometer hanya mencari jaringan internet untuk menangani bayi yang baru lahir kepada pihak pemerintah di Labuan,” kata Paulina.

Paulina pun mengaku kaget kala datang di Puskesmas Terang. Ia kaget karena letak Puskesmas yang strategis tapi tak punya listrik dan jaringan internet.

“Saya begitu kaget waktu datang pertama kali. Letak Puskesmas ini begitu strategis tapi tidak mempunyai jaringan listrik dan jaringan internet. Ini sangat ironis,” kesal Paulina.

Kegiatan sosialisasi itu diikuti para tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan pemuda. Selain itu, ketua Sewan Pimpinan Cabang (DPC) Manggarai Barat, Rikardus Jani dan Paskalis Yosep Sudario, anggota dewan dari Partai Demokrat, dapil I juga turut hadir.

Pantauan media ini, jumlah peserta selama kegiatan berlangsung dibatasi karena pandemi covid-19. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat.

Penulis: Willy K

Benny K Harman covid-19 NTT DPR RI
Previous ArticleBak Air Watu Bangka-Matim Belum Beres, Kayu Lapuk Mengedap di Dalamnya
Next Article Putus dengan Anak Presiden Jokowi, Felicia Tissue Langsung Dijodohkan dengan Anak Ahok

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

Pesta Babi yang Menakutkan?

16 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.