Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»‍‍‍‍‍‍‍Di Matim, Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Tiap Tahun
HUKUM DAN KEAMANAN

‍‍‍‍‍‍‍Di Matim, Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Tiap Tahun

By Redaksi24 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Matim, Briptu Nike Suharni
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kasus kekerasan terhadap anak di Manggarai Timur cukup meningkat dari tahun ke tahun.

Meski belum memiliki data resmi, namun kondisi ini dibenarkan oleh Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Matim, Briptu Nike Suharni.

Menurut Nike, kasus kekerasan terhadap anak cukup melonjak dari tahun ke tahun.

Saat dirinya di Polres Manggarai pun, kasus kekerasan seksual terhadap anak yang ditangani polisi banyak terjadi di Mangarai Timur.

“Dari awalnya dulu kita sama-sama di Polres Manggarai, yang saya tangani juga yang lebih banyak kasus terhadap anak ini apalagi kekerasan seksual lebih ke Manggarai Timur,” ungkap Nike kepada VoxNtt.com, Jumat (23/07/2021).

Sedangkan untuk kasus penelantaran terhadap anak yang ditangani Polres Matim, kata dia, selama ini belum ada.

“Untuk penanganan kasus kami selama ini pun cukup baik. Banyak juga kasus yang kami sudah limpahkan ke Kejaksaan,” katanya.

“Yang kami rencanakan ke depannya ini untuk sosialosasi. Kami juga ada komunikasi dengan P2KB Manggarai Timur untuk lakukan sosialisasi bersama,” imbuh Nike.

Yang disosialisasi, jelas dia, yakni penanganan tentang kasus perempuan dan anak, serta Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta penanganannya.

Nike berharap agar ada personel yang bisa membantu pihak Unit PPA dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak.

“Mudah-mudahan besok-besok juga kami dari pihak Unit PPA dapat anggota untuk membantu kami menangani kasus selama ini,” tutupnya.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Polres Matim
Previous ArticleDelapan BUMDes di Mabar Dapat Mobil, Bupati Endi: Jika Tak Mampu Kelola akan Ditarik Kembali
Next Article Wabup Mabar: Teko yang ‘Dirumahkan’ Tidak Mungkin Langsung Mati

Related Posts

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
Terkini

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.