Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kecewa Tidak Dapat Listrik PLN, 8 KK di Mondo Matim Rakit Sendiri Kincir Air
NTT NEWS

Kecewa Tidak Dapat Listrik PLN, 8 KK di Mondo Matim Rakit Sendiri Kincir Air

By Redaksi18 Agustus 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kincir air milik warga kampung Mondo. (Foto: Filmon Hasrin/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Warga Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, kecewa dengan pemerintah karena belum menghadirkan listrik PLN di wilayah mereka.

Selain karena dekat dengan Borong, ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur, tidak listrik ke wilayah Mondo sudah ditanam sejak tahun 2019 lalu. Sayangnya, hingga kini arus listrik tidak mengalir ke wilayah itu.

Karena kecewa, sedikitnya 8 KK di Mondo kemudian berinisiasi merakit sendiri kincir air untuk menghasilkan listrik.

Kincir yang manfaatkan air selokan itu dikabarkan sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah karena belum melistriki wilayah Mondo.

Salah satu pembuat kincir air, Valentinus Dan (41), mengatakan pembuatan kincir air tersebut sebetulnya karena rasa kecewa dengan pemerintah.

Sebab sampai saat ini warga Mondo belum menikmati listrik. Padahal tiangnya sudah ditanam sejak tahun 2019 lalu.

“Memang sebelumnya pakai listrik generator, tetapi lama kelamaan jenuh lagi. Mana beli solar, urus mesin yang rusak. Buang uang lagi,” kata Valentinus, Senin (16/08/2021).

Menurut dia, pembuatan kincir angin tersebut telah menghabiskan uang lima juta rupiah. Meski demikian cahaya di malam hari sangat penting untuk kenyamanan anggota keluarga.

“Pembuatan kincir air tersebut sebelumnya menggunakan bahan kayu tetapi gagal, kemudian menggunakan bahan ban truk dan gagal lagi. Namun yang ketiga menggunakan bahan drom aspal dan akhirnya berhasil,” ungkap Valentinus.

Ia mengaku, kincir air itu memang masih mengalami kekurangan dana. Pasalnya, kincir air tersebut harus menggunakan pipa untuk menambah daya.

“Yang sebenarnya harus ada pipa tetapi karena kekurangan tadi,” aku Valentinus.

Warga lain Antonius Harum (51) mengatakan kincir air tersebut dibuat sesederhana mungkin dan sekarang bisa dinikmati.

Sebelumnya, pihak Antonius terpaksa membuang uang banyak untuk membeli bahan bakar seperti minyak tanah dan solar.

“Kita buat yang sesederhana mungkin, sehingga beberapa malam ini biaya bahan bakar ditiadakan,” ungkap Antonius.

Antonius berharap agar pemerintah bisa melihat keadaan Kampung Mondo yang sangat miskin arus listrik sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim PLN NTT
Previous ArticleMerah Putih di Puncak Golo Utur, Kado Anak Muda Elar Selatan untuk Tanah Air
Next Article Viral Aksi Hormat Masker, Benarkah Bozhan Kaboax Menghina Simbol Negara? Simak Penjelasan Pakar Hukum Ini

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.