Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Menjadi Guru SD Tidak Dilahirkan Tetapi Dibentuk Melalui Pengalaman
MAHASISWA

Menjadi Guru SD Tidak Dilahirkan Tetapi Dibentuk Melalui Pengalaman

By Redaksi25 September 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para peserta magang II saat mengikuti pembekalan di ruangan kuliah Gedung Utama Barat (GUB) 209 Unika St. Paulus Ruteng. (Foto: Selvianus Hadun)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unika Santo Paulus Ruteng membekali 143 mahasiswa peserta magang II, Sabtu (25/09/2021).

Pembekalan magang II itu dilaksanakan melalui dua cara yakni virtual dan luring.

Pembekalan secara luring dilaksanakan di ruangan kuliah Gedung Utama Barat (GUB) 209 yang dihadiri 32 orang mahasiswa.

Sedangkan yang ikut secara virtual sebanyak 111 orang. Jadi, total peserta magang II Prodi PGSD Unika Ruteng sebanyak 143 orang.

Sekretaris Program Studi PGSD Marselinus Robe menjelaskan, magang sebagai proses untuk memperoleh pengalamam.

“Menjadi guru SD tidak dilahirkan tetapi dibentuk melalui pengalaman,” kata Robe dalam sambutannya yang mewakili Ketua Prodi PGSD.

Ia menambahkan, menjadi guru SD itu adalah menjadi tenaga profesional. Oleh karena itu, kualitas dan kredibilitas harus tetap dijaga.

“Menjadi Guru SD itu adalah untuk menjalankan tugas pengabdian kepada negara. Karena itu jadilah guru yang berbakti kepada negara,” pinta Robe.

Sekadar informasi, pembekalan secara luring itu dihadiri oleh Dekan FKIP Unika Santo Paulus Ruteng Dr. Maksimus Regus, S. Fil., M. Si., Sekretaris Program Studi PGSD, Marselinus Robe, M. Pd., Ketua Pelaksana Magang II Kanisius Supardi, M. Pd., Bendahara panita Magang II Dr. Yuliana Wahyu, dan beberapa dosen PGSD lainnya yang hadir secara virtual.

Dekan FKIP Unika Santo Paulus Ruteng Dr. Maksimus Regus dalam sambutannya menekan tiga zone yang perlu diketahui oleh peserta magang II dalam menjalankan magang di tengah pandemi Covid-19.

Pertama, kata dia, fear zone. Pada zone ini orang mengalami ketakutan seperti takut akan mati, takut akan kelaparan, membeli banyak barang-barang kebutuhan karena takut pandemi akan berlangsung lama.

Kedua, learning zone. Pada zone ini mahasiswa diajak untuk banyak-banyak belajar seperti, belajar menghargai kesehatan, dan belajar menghargai keselamatan orang lain dalam hal mengikuti protokol kesehatan.

Ketiga, growth zone. Pandemi ini membuat manusia bertumbuh dalam segala macam hal seperti mentalitas dan cara berpikir.

“Dari ketakutan, kita belajar, dan pada akhirnya kita diharapkan untuk bertumbuh” tegas Pastor Maks.

Sebab itu, ia meminta mahasiswa harus banyak belajar untuk bertumbuh.

“Tentunya untuk bertumbuh kita butuh waktu. Magang sebagai salah satu proses untuk kita bertumbuh,” katanya.

Kontributor: Selvianus Hadun
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai PGSD Unika Santu Paulus UNIKA Santu Paulus Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleTerungkap! Kapolres Mabar Diduga Terlibat dalam Sengketa Jual Beli Tanah di Golo Mori
Next Article Lade dan Segala Cerita Tentangnya

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Latih Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese Tarian Sae Tiba Meka

14 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.