Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gubernur NTT Janji Beri Solusi Kesulitan Petani Bawang Setelah Panen
NTT NEWS

Gubernur NTT Janji Beri Solusi Kesulitan Petani Bawang Setelah Panen

By Redaksi29 September 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat saat hadir dalam panen perdana komoditas bawang merah varietas Lokananta dengan metode tanam True Seed Shallots (TSS) di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Selasa (28/09/2021). (Foto: Biro Humas Pemprov NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berjanji akan memberikan solusi atas kesulitan yang dihadapi petani bawang, terutama terkait distribusi pasca-panen.

Ia menjanjikan itu saat hadir dalam panen perdana komoditas bawang merah varietas Lokananta dengan metode tanam True Seed Shallots (TSS) di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Selasa (28/09/2021).

“Hasil yang luar biasa, terkait hal ini kami akan bantu untuk mendapatkan solusi dari kendala distribusi setelah panen, terlebih ada beberapa daerah di NTT juga yang susah bawang, contohnya Sumba dan tentu saja akan kita kirim juga keluar NTT,” ungkapnya dikutip dari rilis Biro Administrasi Pimpinan NTT.

Gubernur Viktor pun meminta agar para kelompok tani konsisten dalam meningkatkan hasil produksi dan tidak boleh malas.

Ia juga menuntut para pendamping penyuluh pertanian bersama kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten untuk selalu turun ke lapangan bersama para petani.

Menurut dia di NTT, khususnya di Kabupaten Kupang, memiliki potensi yang luar biasa.

Di sana, ada lahan yang sangat luas dan menjanjikan yang tentu saja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pertanian.

“Maka dari itu jangan pernah sia-siakan semua potensi lahan pertanian tersebut,” tegas Gubernur Viktor.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan, kegiatan menanam bawang merah ini juga merupakan salah satu bentuk pemulihan ekonomi.

Ia berharap program pengembangan bawang merah varietas Lokananta oleh para kelompok tani di Kelurahan Oesao juga dapat diadopsi di daerah-daerah lain di Kabupaten Kupang.

“Lahan pengembangan tanaman bawang merah ini melibatkan dua kelompok tani yakni Kelompok Tani Maju Bersama dan Fajar Pagi dengan luas lahan satu hektar di mana estimasi panen kita mencapai 20 ton,” jelas Bupati Korinus.

Menurut dia, potensi panen tanaman bawang merah cukup tinggi, apalagi tidak memakan waktu terlalu lama. Sebab itu diharapkan petani dapat mengelola dengan baik melalui teknologi TSS.

“Sehingga ujung-ujungnya kesejahteraan petani dapat kita capai. Saya pun berharap program ini dapat kita maksimalkan di daerah-daerah lain di Kabupaten Kupang, dikarenakan kita punya potensi lahan yang bagus,” harap Bupati Korinus.

Untuk diketahui, Teknologi pemanfaatan TSS (True Seed Shallots) merupakan alternatif untuk produksi bawang merah yang lebih efektif dan efisien dibandingkan penggunaan tanam umbi.

TSS adalah biji bawang merah yang ditanam dalam waktu tertentu (4-5 bulan) dan diproses sebagai benih.

Jika biasanya untuk menanam bawang merah dengan luas lahan satu hektare membutuhkan umbi benih sebanyak 1,2 ton – 2 ton, namun dengan metode tanam TSS, jelas lebih efisien karena ukurannya yang hanya sekitar 0,05 gram.

Sehingga kebutuhan benih untuk lahan satu hektare hanya membutuhkan sekitar 3 – 7 kg benih.

Hal ini jelas akan menghemat biaya operasional produksi dan memiliki prospek yang tinggi untuk pasar ekspor.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Pemprov NTT Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticleAPBD Perubahan 2021, Pemkab TTU Sertakan Modal Rp 15 Miliar di Bank NTT
Next Article Kasus PHK Wartawan: IKKA Gelar Aksi Demontrasi, Sumbang Dua Kotak Koin untuk Timex

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.