Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Selama Tiga Tahun Memimpin, Program Gubernur NTT Dinilai Gagal
NTT NEWS

Selama Tiga Tahun Memimpin, Program Gubernur NTT Dinilai Gagal

By Redaksi7 Desember 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat mendatangi Kampus Unika Ruteng beberapa waktu lalu (Foto: Dok. Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat disebut gagal dalam melaksanakan programnya selama tiga tahun memimpin provinsi itu.

“Program unggulan di bawah konsep Pak Gubernur kami sebut gagal,” tegas Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi) NTT Alfred Baun di Kupang, Senin (06/12/2021) siang.

Alfred menjelaskan, program yang dicanangkan Gubernur NTT yakni, tanam kelor, dan program ikan kerapu yang nilai invetasi sampai ratusan miliar namun hasil jual tidak sampai ratusan juta.

“Keseimbangan antara anggaran dan pendapatan jauh berbeda,” katanya.

“Program lain yakni, Tanam Jagung Panen Sapi, Sophia, gagal juga,” imbuh dia.

Tidak hanya itu, Alfred menyebut program ternak sapi milik Gubernur NTT juga gagal.

BACA JUGA: Araksi Minta Kapolda Evaluasi Seluruh Kapolres di NTT

Selanjutnya, terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kata dia, di awal Gubernur NTT bicara soal TKI dengan menyiapkan lapangan kerja juga gagal.

“Pengiriman mahasiswa untuk studi ke luar negeri juga gagal total,” lanjut Alfred.

Meski begitu, dalam dua tahun tersisa, Alfred berharap ada evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi NTT agar memperbaiki semua janji di awal kepemimpinan yang sudah disampaikan kepada publik.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2021/12/06/dugaan-kredit-fiktif-130-miliar-di-bank-ntt-dilaporkan-ke-kpk-sejumlah-saksi-telah-diperiksa/83556/

ARAKSI araksi ntt Kabupaten Kupang Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticlePLN Dapat Penghargaan dari KPK
Next Article Soal Hasil Musda, Leo Lelo Ajak Kader Demokrat Hargai Keputusan DPP 

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.